PSI Kecam Pernyataan Budi Arie di Samping Jokowi: Jangan Adu Domba dengan Prabowo

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik pernyataan Budi Arie Setiadi terkait situasi politik saat ini yang disampaikan di hadapan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
PSI menilai, sikap tersebut tidak semestinya membawa nama atau keberadaan Jokowi.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengatakan, Budi Arie seharusnya menyampaikan sikap politiknya secara langsung melalui ruang publik yang dipilihnya sendiri, bukan berbicara di samping Jokowi.
“Saya kira itu adalah satu tindakan kebancian gitu ya. Yang tidak laki-laki. Kalau laki-laki itu bicara di podcast sendiri, kemudian sampaikan statement ke publik,” kata Bestari saat dihubungi Akurat.co, Selasa (25/8/2026).
Menurut Bestari, penyampaian pernyataan tersebut di samping Jokowi berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah terdapat pertentangan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.
“Bukan meminjam wajah Pak Jokowi untuk melakukan adu domba antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo. Terkandung makna seperti itu,” ujarnya.
Bestari juga menyinggung langkah politik Budi Arie yang disebutnya pernah ingin bergabung dengan Partai Gerindra, tetapi ditolak. Ia menyebut PSI juga tidak menerima Budi Arie.
“Ini kan bareng Menteri Pecatan nih. Kemudian juga mau masuk ke Gerindra ditolak. Dan kami pun di PSI menolak juga,” ucapnya.
Menurut Bestari, kondisi tersebut membuat Budi Arie dinilai sedang mencari ruang politik setelah sejumlah langkahnya tidak mendapat tempat.
Baca Juga: PSI Minta DPR Utamakan Kemanfaatan Rakyat dalam Menentukan Ambang Batas Pemilu
“Jadi, sudah seperti orang yang kehilangan arah, tiba-tiba dapat momen seperti itu, mencoba untuk memberikan balasan kepada yang dianggap menolak dirinya dengan berstatement seperti itu di samping Pak Jokowi yang nggak tahu apa-apa,” jelasnya.
Kendati demikian, Bestari menegaskan PSI tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan arahan Jokowi.
“PSI berposisi bahwa kami akan selalu bersama dengan Pak Prabowo, ya sebagaimana diperintahkan oleh Pak Jokowi, untuk mengawal seluruh program kerja Presiden dan Wakil Presiden ke depan,” tegasnya.
Karena itu, Bestari menilai pernyataan Budi Arie tidak dapat diterima karena dianggap bertentangan dengan sikap Jokowi.
“Maka dari itu, apa yang disampaikan oleh Budi Arie adalah sesuatu yang tidak dapat ditolerir karena berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









