Tiga Direksi Unilever Indonesia (UNVR) Undur Diri, Imbas Krisis Merek Di Tengah Konflik Israel-Palestina?

AKURAT.CO Dua direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Shiv Sahgal dan Sandeep Kohli mengajukan pengundaran diri dari posisi direktur, sehubungan dengan alasan pribadi, yang akan berlaku efektif sejak disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Dalam keterbukaan informasi BEI, manajemen tidak merinci alasan pengunduran mereka.
Namun mundurnya dua direksi menyusul pamitnya Presiden Direktur UNVR Ira Noviarti yang telah lebih dulu melepas posisi pucuk kepemimpinan pada Oktober lalu.
Baca Juga: Deretan Profil Direksi PT Unilever Indonesia, Diduga Sebagai Pemimpin Perusahaan Yang Dukung Israel
"Pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 19 Desember 2023,” kata Direktur dan Sekretaris Unilever Indonesia Nurdiana Darus dikutip Sabtu (25/11/2023).
Manajemen menambahkan, tidak ada dampak yang signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan akibat pengunduran diri direktur.
Tambahan informasi, pengunduran diri Shiv Sahgal dan Sandeep Kohli hanya berselang sebulan dari resignnya Ira Noviarti, yang menggunakan alasan pribadi.
Ira Noviarti diangkat sebagai presdir UNVR melalui RUPS Luar Biasa pada 25 November 2020, yang efektif pada 1 Desember 2020.
Para pemegang saham turut berencana untuk mengusulkan Benjie Yap untuk menggantikan posisi Ira Noviarti. Benjie Yap merupakan petinggi Unilever Filipina yang telah bekerja untuk Unilever selama dua dekade lebih.
Pengunduran jajaran direksi UNVR satu per satu ini dikaitkan dengan isu krisis merek perusahaan asal Inggris tersebut menyusul perang Israel - Hamas, organisasi militer yang sayapnya terpisah atau independen dari pemerintah Palestina.
Seperti diketahui, Unilever merupakan salah satu yang masuk dalam daftar seruan gerakan pemboikotan oleh Boycott, Divestment, Sanctions (BDS). Sebagai entitas yang tidak terpisahkan dari Unilever Global, Unilever Indonesia turut terimbas. Sebelum perang tersebut meletus pada 7 Oktober 2023, saham UNVR masih di kisaran 3.800. Namun kini terjun 270 poin (7,1%) ke 3.530.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk memulihkan krisis merek oleh perusahaan yakni mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan mendukung Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional untuk membantu pihak-pihak yang terdampak krisis di wilayah perang.
Menurut Ira, Unilever Indonesia telah melayani konsumen di tanah air selama 90 tahun. Produk yang dibuat, didistribusikan, dan dijual oleh masyarakat Indonesia, dan bersertifikasi HALAL dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.
"Keberadaan kami di Indonesia telah membuka lapangan kerja bagi hampir 5.000 karyawan melalui 8 pabrik, serta mendukung keberadaan ratusan distributor dan jutaan toko. Kami akan terus berfokus pada upaya kami untuk terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia," ujar Ira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









