Langkah Solutif G-Creasi, Bikin Petani Desa Sanankerto Malang Optimistis Hasil Tani Melimpah

AKURAT.CO Pelatihan pembuatan larutan mikroba Jadam Microbial Solution (JMS) yang diselenggarakan oleh alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair) berjejaring dalam Ganjar Creasi (G-Creasi) membawa optimisme para petani akan meningkatnya hasil pertanian.
G-Cerasi mengadakan kegiatan di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/12/23). Adapun G-Creasi menghadirkan praktisi pertanian Gilang Ady Permana sebagai pemateri.
Rudy (46) salah satu petani Holtikultura mengatakan edukasi seputar inovasi pertanian seperti JMS ini memang diperlukan untuk menstimulan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.
JMS merupakan larutan yang berisi jutaan mikroorganisme yang dapat membantu proses penyuburan media tanam, yakni tanah. Bila kesehatan dan keseimbangan tanah baik maka akan berdampak pula pada pertumbuhan akar tanaman.
Baca Juga: Meski Dukung Perceraian Irish Bella, Umi Pipik Minta Tak Korbankan Anak
"Kami seneng ketika ada seperti ini bisa membawa pencerahan kepada petani-petani kita supaya tidak fokus pada kimia, jadi untuk memulihkan tanah kami, yang awalnya sudah terlalu banyak kimia yang masuk hari ini mungkin bisa membantu kami belajar tentang apa itu bahan-bahan organik seperti itu," ucap Rudy.
Rudy mengklaim bahwa mayoritas warga Desa Sanankerto bermatapencaharian sebagai petani. Berbagai komoditas pertanian yang ditanam diantaranya tanaman sayur-sayuran, cabai, dan lain sebagainya.
Menurut Rudy, para petani sudah harus mengurangi penggunaan pupuk kimia pada tanaman dan lahan perkebunan. Ketergantungan pupuk kimia memang dianggap memberikan hasil yang lebih cepat.
Namun, ternyata penggunaan produk kimia secara sustainable dapat mengganggu kondisi tanaman dan lingkungan, seperti rentan terhadap penyakit maupun hama.
Baca Juga: Rio Dewanto Dimarahi Angga Dwimas Sasongko , Waduh Ada Masalah Apa?
Pengaplikasian JMS yang dilakukan pra atau sebelum menanam, lanjut Rudy, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sehingga hasilnya melimpah.
Koordinator Wilayah G-Creasi Jawa Timur, Ilham Hasan menyebut akan membuka kesempatan bagi para petani yang ingin mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen G-Creasi untuk meningkatkan produksi pangan, sehingga berdampak pula terhadap ketahanan pangan nasional.
"Ini tadi setelah pelatihan, jadi dari ketua kelompok taninya kemudian dari petani-petaninya banyak yang minta kontak ke kita. Jadi untuk nanti bisa kontak by wa pribadi untuk menanyakan. Ketika nanti memang petani butuh bimbingan kita akan turun," jelas Ilham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









