Riset OYO Ungkap 5 Kota Destinasi Wisatawan Terfavorit Sepanjang 2023

AKURAT.CO Jakarta menjadi destinasi terfavorit wisatawan selama tahun 2023, mengungguli 4 kota lainnya, berdasarkan laporan tren perjalanan tahunan yang dirilis OYO bertajuk OYO Travelopedia 2023.
Laporan yang sama juga mengungkap bahwa 5 top destinasi dengan pemesanan tertinggi selama 2023 yaitu Jakarta, disusul oleh Bandung, Bali, Medan, dan Yogyakarta. Adapun momentum perayaan Tahun Baru mencatat 77% kenaikan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Diketahui, Pulau Jawa menjadi wilayah yang unggul pada pemesanan tertinggi dengan total pemesanan lebih dari 3,8 juta, diikuti oleh Jabodetabek dan Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Baca Juga: Momen Nataru, OYO Bagikan Diskon hingga 85 Persen
Pada 2023, Batam mencatat kenaikan pemesanan hingga 84%, disusul Bali yang mencatat kenaikan pemesanan hingga 52% dibandingkan tahun 2022 dan menjadikannya destinasi yang mencatat kenaikan maksimal Year on Year. Hal ini selaras dengan penunjukan lokasi perdana Belvilla di Pulau Bali yang menjadi magnet bagi wisatawan asing dan domestik.
Travelopedia 2023 juga melaporkan, bulan Januari menjadi bulan dengan jumlah pemesanan tertinggi, dan masa inap terpanjang, berhasil dicatat di Tasikmalaya Jawa Barat selama 173 hari di properti OYO Homes 90956 Desa Wisata Guranteng, sementara Properti yang paling sering di pesan selama periode ini tercatat di Super OYO Collection O 818 Micasa Residence, Bandung.
Country Stock and Flow OYO Indonesia, Hendro Tan mengatakan, sejumlah tren perjalanan yang berkembang selama 2023 turut berkontribusi pada pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia. Dengan meningkatnya tren remote working, Indonesia menjadi tujuan bagi para digital nomad. Bali menjadi destinasi digital nomad terpopuler yang didukung kemajuan pesat pada infrastruktur teknologi, serta destinasi wisata yang menawarkan pengalaman menarik bagi wisatawan.
Selain itu, Travelopedia 2023 juga mencatat destinasi populer seperti Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur dan Raja Ampat juga menarik perhatian para wisatawan selama periode ini.
"Travelopedia 2023 menjadi laporan komprehensif dan analisis mendalam mengenai lanskap pariwisata yang dinamis dan berkembang di Indonesia. Laporan OYO Travelopedia 2023 ini, bertujuan untuk menjadi panduan komprehensif bagi para pemangku kepentingan industri, termasuk bisnis perhotelan, operator tur, dan pembuat kebijakan, sehingga mereka dapat beradaptasi dan memenuhi permintaan wisatawan yang terus berkembang," ungkap Hendro dikutip Rabu (3/1/2024).
Tambahan informasi, tahun 2023 menjadi tahun yang menantang bagi industri pariwisata. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, menurut World Economic Forum (WEF) dalam laporan Travel & Tourism Development Indeks (TTDI) menyebutkan bahwa Indonesia naik peringkat ke posisi 32 di dunia, dan melampaui negara di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina. Tak hanya itu, Indonesia juga berada di urutan pertama dalam Global Muslim Travel Indeks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







