Penjualan Sinetron Ambles, RAAM Didera Rugi Rp98,37 Miliar di Kuartal II-2024

AKURAT.CO PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) didera kerugian Rp98,37 miliar pada kuartal II-2024, dari sebelumnya laba Rp27 miliar.
Menilik laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan ke keterbukaan informasi BEI, Selasa, 17 September 2024, penjualan perseroan susut 21,45% ke Rp121,66 miliar, dibandingkan dengan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp154,88 miliar.
Revenue stream RAAM berasal dari 5 lini bisnis utama yakni film, tiket, digital, makanan dan minuman serta sinetron. Lini bisnis film tercatat naik 55,78% ke Rp63,93 miliar dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp41,04 miliar. Pendapatan tiket juga naik dari Rp17,69 miliar ke Rp27,52 miliar.
Sementara pendapatan digital susut dari Rp30,86 miliar ke Rp18,37 miliar, pendapatan makanan dan minuman naik dari Rp5,8 miliar ke Rp7,4 miliar dan pendapatan sinetron ambles dari Rp59,46 miliar ke 4,41 miliar.
Tercatat ada 6 pelanggan RAAM terbesar dengan nilai penjualan di atas 10%, yakni PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, Netflix Inc, PT Cakrawala Andalas Televisi, Suraya Film Production and Distribution Sdn. Bhd., PT Vidio Dot Com dan Amazon Com Services LLC.
Pada sisi beban penjualan terpantau cukup stagnan di level Rp64,31 miliar, tak berbeda jauh berbeda dengan beban penjualan perseroan pada tahun sebelumnya Rp64,91 miliar.
Beban pokok penjualan RAAM paling besar berasal dari segmen film. Biaya produksi film misalnya, paling banyak menyedot beban perusahaan, yakni sebesar Rp1,82 miliar pada periode ini, meningkat 38,31% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp1,32 miliar. Sebaliknya, beban pokok paling kecil datang dari segmen makanan dan minuman. Alhasil, laba kotor RAAM tergerus dari sebelumnya Rp89,96 miliar, menjadi Rp57,34 miliar.
Bersamaan dengan itu, maka total beban operasi perseroan membengkak menjadi Rp48,88 miliar dari sebelumnya Rp43,56 miliar. Kemudian, RAAM mencatatkan kenaikan penghasilan keuangan dari Rp561,05 juta ke Rp2,12 miliar. Lalu biaya keuangan RAAM tercatat susut dari Rp9,23 miliar ke Rp6,18 miliar. Yang mencengangkan, pendapatan (beban) RAAM lainnya anjlok dari pendapatan Rp263,05 juta menjadi beban Rp130,2 miliar.
Usut punya usut, pendapatan (beban) lainnya tersebut, yang paling membebani merupakan beban pencadangan penurunan nilai piutang (estimasi piutang yang tak tertagih) senilai Rp138,214 miliar dan rugi dari entitas asosiasi Rp20,9 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







