Menteri Ara Apresiasi Perpanjangan Insentif PPN DTP Properti
Demi Ermansyah | 16 Desember 2024, 16:17 WIB

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yakin perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di 2025.
Dirinya menjelaskan bahwa sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar karena terhubung dengan ratusan industri lainnya, mulai dari cat, kayu, plafon, pasir, hingga semen. "Industri perumahan itu melibatkan ratusan sektor. Kalau sektor ini bergerak, ekonominya juga ikut terangkat," ujar Maruarar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/12/2024).
Sebab, lanjut Ara, sebelumnya pihaknya telah mengusulkan perpanjangan masa berlaku insentif PPN DTP untuk sektor perumahan di tahun anggaran 2025. Dirinya pun menyampaikan apresiasinya kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang telah memastikan insentif ini diperpanjang.
Baca Juga: Alasan Pemerintah Perpanjang Insentif PPN DTP Untuk Sektor Properti dan Kendaraan Listrik
Perpanjangan ini mencakup PPN DTP 100% untuk rumah dengan harga hingga Rp5 miliar. "Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada Menko Airlangga dan Bu Menkeu atas kebijakan ini. Insentif ini akan sangat membantu sektor properti dan memberikan dampak positif pada perekonomian," tambah Ara.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa insentif PPN DTP sektor properti menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah. Insentif ini berlaku untuk rumah dengan harga jual hingga Rp5 miliar.
Untuk pembelian rumah dengan harga tersebut, pemerintah menanggung PPN 100% pada Rp2 miliar pertama selama Januari hingga Juni 2025. Sedangkan untuk pembelian pada Juli hingga Desember 2025, diskon yang diberikan sebesar 50%. "Dengan skema ini, kita berharap sektor properti terus memberikan multiplier effect, termasuk menciptakan lapangan kerja yang besar," ujar Airlangga.
Pemerintah berharap langkah ini dapat menghidupkan kembali industri properti yang sempat lesu sekaligus mendorong perekonomian nasional di tengah tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








