Wamen Investasi Diangkat Jadi Wakil Komut, Begini Penjelasan Pertamina
Camelia Rosa | 13 Juni 2025, 20:17 WIB

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai penunjukan Todotua Pasaribu sebagai Wakil Komisaris Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024.
Adapun Todutua Pasaribu menjabat Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 21 Oktober 2024.
Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan bahwa pengangkatan Todutua merupakan kewenangan pemerintah, sebagai pemegang saham mayoritas Pertamina.
"Tapi kita lihat kalau Pak Todutua itu posisinya sebagai Wamen Investasi kemudian Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Pak Rosan juga menjabat sebagai Danantara, otomatis Pak Todutua merupakan salah satu perwakilan komisaris perwakilan dari pemerintah yang relevan dengan Pertamina," terang Fadjar ketika ditemui usai Konferensi Pers Capaian Kinerja PT Pertamina (Persero) di Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
pertaminBaca Juga: Perhatian! Ini Susunan Terbaru Direksi dan Komisaris Pertamina
Fadjar pun tak menampik bahwa pengangkatan Todutua ini berkaitan dengan posisi Pertamina sebagai salah satu perusahaan milik negara dibawah naungan Danantara.
"Betul, kan sekarang pemegang saham kita kementerian BUMN dan juga Danantara," imbuhnya.
Sebagaimana diberitkana sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melakukan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, hari ini, Kamis (12/6/2025).
RUPS menetapkan Direksi baru Pertamina yaitu Oki Muraza sebagai Wakil Direktur Utama, Jaffee Arizon Suardin sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur, Agung Wicaksono sebagai Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis serta Andy Arvianto sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM).
Sedangkan M. Erry Sugiharto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina kini menjabat sebagai Direktur Penunjang Bisnis.
Di saat yang sama RUPS juga menetapkan perubahan pada jajaran Dewan Komisaris Pertamina yaitu Todotua Pasaribu sebagai Wakil Komisaris Utama dan Nanik S. Deyang sebagai Komisaris Independen.
Jajaran Direksi Pertamina:
- Direktur Utama: Simon Aloysius Mantiri
- Wakil Direktur Utama: Oki Muraza
- Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
- Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha: A. Salyadi Dariah Saputra
- Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
- Direktur Keuangan: Emma Sri Martini
- Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
- Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
- Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto
Susunan Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama & Independen: Mochammad Iriawan
- Wakil Komisaris Utama: Todotua Pasaribu
- Komisaris Independen: Condro Kirono
- Komisaris Independen : Raden Ajeng Sondaryani
- Komisaris Independen : Nanik S. Deyang
- Komisaris : Bambang Suswantono
- Komisaris : Heru Pambudi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







