Produk Biomassa RI Bukukan Transaksi Rp1,04 Triliun di Osaka
Hefriday | 16 Juni 2025, 14:57 WIB

AKURAT.CO Produk energi terbarukan Indonesia kembali mencatatkan pencapaian positif di pasar internasional.
Dalam rangkaian Forum Bisnis Misi Dagang yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan di Osaka, Jepang, pada Rabu (11/6/2025), komoditas cangkang inti sawit (palm kernel shell/PKS) dan wood pellet asal Indonesia berhasil membukukan transaksi senilai Rp1,04 triliun.
Penandatanganan komitmen impor dilakukan oleh sejumlah perusahaan Jepang untuk membeli sebanyak 640 ribu ton PKS dan wood pellet. Komoditas tersebut akan digunakan sebagai sumber energi alternatif yang mendukung target Jepang dalam transisi menuju net zero emission pada 2050.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa transisi energi di Jepang membuka peluang besar bagi Indonesia.
“Jepang menargetkan seluruh kendaraan penumpang baru menjadi kendaraan listrik pada 2035. Ini mendorong kebutuhan energi terbarukan, dan Indonesia siap memasoknya melalui PKS dan wood pellet,” ungkap Fajarini dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).
Baca Juga: PLN EPI Genjot Digitalisasi Biomassa
PKS dan wood pellet merupakan bagian dari produk turunan kelapa sawit dan kehutanan yang memiliki emisi karbon rendah. Fajarini menuturkan, satu ton PKS dapat menurunkan emisi CO₂ hingga 0,94 ton. Karena kebutuhan dalam negeri masih terbatas, ekspor menjadi opsi yang lebih menguntungkan.
Saat ini, produksi PKS Indonesia mencapai 14 juta ton per tahun, dengan sekitar 35 persen diekspor. Khusus untuk Jepang, volume ekspor PKS mencapai 4,5 juta ton per tahun. Namun, angka ini masih bisa ditingkatkan, mengingat proyeksi kebutuhan biomassa Jepang pada 2025–2026 mencapai 7 juta ton per tahun.
Daya tarik PKS tak hanya sebagai bahan bakar padat ramah lingkungan untuk turbin listrik, tetapi juga sebagai sumber energi termal rendah karbon yang cocok untuk industri. Bahkan, PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan arang aktif berkinerja tinggi untuk pemurnian air, udara, dan pelarut.
Mendukung potensi tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Energi Biomassa Indonesia (Aprebi), Dikki Akhmar, menegaskan pentingnya pengakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) di pasar Jepang.
Ia juga mendorong masifnya sosialisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) guna memperkuat legalitas ekspor produk biomassa kehutanan seperti wood pellet dan wood chip.
“Dengan meningkatnya kesadaran akan aspek keberlanjutan dan tren ekonomi hijau global, Indonesia memiliki peluang emas untuk memperkuat posisinya melalui produk-produk ramah lingkungan,” kata Dikki.
Senada, Fajarini menambahkan bahwa komitmen pemerintah terhadap ekspor produk biomassa tak hanya memperluas pasar, tetapi juga membantah kampanye negatif yang menyudutkan produk kelapa sawit Indonesia.
“Sertifikasi berkelanjutan ini menunjukkan Indonesia menjunjung tinggi prinsip perdagangan hijau yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Alexander dari PT Prima Khatulistiwa Sinergi menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah.
“Kami terbantu dengan fasilitasi Kementerian Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center di Osaka. Forum bisnis ini memperluas jejaring kami dan membuka potensi kerja sama baru,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









