DPR Minta KKP Fokus ke Nelayan di Tengah Keterbatasan Anggaran 2026

AKURAT.CO Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh tantangan, baik karena dinamika global, ketidakpastian iklim maupun kebutuhan nasional dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan sumber daya kelautan.
Alokasi anggaran tentu menjadi instrumen penting yang harus dikelola secara cermat dan strategis.
Merespons hal itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan semangat bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk tetap hadir di tengah masyarakat, khususnya nelayan, pembudidaya ikan, pengelola dan pemasar hasil perikanan, serta petambak garam.
Baca Juga: KKP Tangkap 147 Kapal Ilegal di Natuna, Selamatkan Rp2,1 Triliun
"Komisi IV DPR RI mendukung prinsip-prinsip efisiensi dan keberpihakan, namun alokasi anggarannya perlu dititikberatkan pada hal-hal yang langsung menyentuh kepada pelaku utama sektor Kelautan dan Perikanan," jelasnya dalam rapat kerja komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025)
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pagu indikatif yang telah ditetapkan oleh pemerintah, pagu alokasi anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapatkan anggaran sebesar Rp3,6 triliun dengan porsi terbesar untuk program strategis nasional, belanja operasional, dan belanja pegawai.
Menurutnya, hal ini menuntut Kementerian Kelautan dan Perikanan agar lebih selektif, fokus, dan adaptif dalam menjalankan program dan kegiatannya.
Baca Juga: KKP Minta Komdigi Blokir Situs yang Jual Pulau-pulau di Anambas
Dengan keterbatasan alokasi tersebut, lanjutnya, perempuan yang kerap disapa Titiek Soeharto ini mengungkapkan bahwa Komisi IV DPR RI mendorong partisipasi aktif pelaku usaha swasta dalam berbagai skema kolaboratif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Melalui kemitraan strategis yang melibatkan BUMN, Lembaga Keuangan, dan Lintas Kementerian Lembaga agar upaya optimalisasi program dan kegiatan tidak hanya bergantung pada APBN yang ada," terangnya.
Titiek berharap, kolaborasi kerja sama yang erat antara pemerintah legislatif dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghadirkan pembangunan Kelautan dan Perikanan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
"Untuk tercapainya tujuan nasional menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Titiek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







