Huayou Masih Nego Soal Investasi Proyek Baterai EV, Ini Yang Dibahas

AKURAT.CO Pemerintah masih melalukan negosiasi mengenai peralihan investasi dari konsorsium LG Solution ke Zhejiang Huayou Cobalt Co. terkait dengan kelanjutan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan tahap negosiasi dengan perusahaan asal China terkait dengab proyek tersebut masih berjalan.
“Huayou masih negosiasi, karena waktu itu kan konsorsium LG mundur ya. Jadi kita sekarang [lanjutkan] dengan Huayou,” kata Tiko sapaan akrabnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Rosan Klaim Huayou Siap Tambah Investasi di RI Hingga USD20 Miliar
Tiko menuturkan bahwa Huayou menunjukkan sikap yang sangat agresif dalam menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Selain berdiskusi dengan IBC, Huayou juga menjalin pembicaraan dengan Vale Indonesia terkait sejumlah proyek strategis.
Saat ini, negosiasi difokuskan pada struktur kepemilikan proyek dan pengaturan Agreed Return Rate (ARR) atau tingkat pengembalian investasi yang diharapkan dari masing-masing proyek.
“Kita lagi negosiasi mengenai struktur pemilikan dan juga ARR dari masing-masing project, sama seperti yang di CATL,” jelas Tiko.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan alasan pemerintah akhirnya mempercayakan perusahaan asal China, Huayou untuk menggantikan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) dalam proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.
Rosan menuturkan, pemerintah melihat minat yang tinggi serta kemampuan Huayou yang sejatinya juga sudah lama berinvestasi pada bidang yang sama di Indonesia, yaitu industri pengolahan nikel.
Sehingga pemerintah menilai, Huayou sudah paham arah hilirisasi industri di Indonesia dan memiliki sumber daya yang mumpuni untuk masuk dalam proyek yang tergabung dalam skema “Indonesia Grand Package” senilai USD9,8 miliar tersebut.
Huayou sebelumnya sudah investasi di indonesia di bidang yang sama juga. Karena mereka sudah berinvestasi inilah pemerintah memutuskan untuk memilih Huayou.
"Mereka paham, mengerti dan sudah ada resources untuk kembangkan ini ke depannya maka Huayou masuk gantikan LG," tuturnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025) lalu.
Rosan menambahkan, pemerintah juga sudah bertemu dengan Huayou yang memang telah menyatakan minatnya untuk menggantikan LG sejak akhir 2024 lalu.
"Kita sudah bertemu dengan Huayou nya, saya juga sudah bertemu, sangat positif karena mereka sejak tahun 2024 ini sudah menyatakan minatnya untuk menjadi konsorsium dari LG ini, jadi sebelumnya dalam konsorsium LG Itu memang sudah ada Huayou-nya, sudah ada, jadi mereka menjadi leading konsorsium, itu saja," tukas Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









