Bulog Pastikan Penyaluran Beras Impor Terapkan Sistem FIFO

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan seluruh proses penyaluran beras impor yang tersimpan di gudang BUMN pangan dilakukan dengan prinsip first in first out (FIFO).
Sistem ini diterapkan untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga dan mencegah potensi kerusakan akibat penyimpanan terlalu lama.
“Semua kan sudah proses, sedang proses. Jadi, kita kan menggunakan sistem kalau pergudangan FIFO, first in first out,” ujar Rizal di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Dirinya menjelaskan, setiap beras impor yang akan dikeluarkan dari gudang terlebih dahulu melalui serangkaian pemeriksaan ketat. Tahapan tersebut mencakup uji kebersihan, pengecekan kutu, hingga pengujian kelayakan konsumsi.
Menurut Rizal, prosedur ini menjadi standar agar beras yang sampai ke masyarakat dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Baca Juga: Permudah Pedagang, Bulog Siapkan Koordinator dan WA Contact untuk Pesan Beras
“Kalau tidak dikeluarkan nanti rusak, busuk, negara bisa rugi. Oleh karena itu harus dikeluarkan, tapi sebelum dikeluarkan dicek dulu kebersihannya. Dicek apakah ada kutunya atau tidak, berkuman atau tidak. Itu semua ada tahapannya,” jelasnya.
Setelah lolos pemeriksaan, beras dibersihkan, dikemas, dan kemudian disalurkan melalui berbagai jalur distribusi. Penyaluran dilakukan antara lain lewat program bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menjadi salah satu instrumen pemerintah menjaga harga beras di pasar tetap terkendali.
Rizal menambahkan, sebagian besar stok beras impor saat ini sudah terserap melalui program distribusi tersebut. Menurutnya, jumlah yang tersisa di gudang Bulog relatif sedikit dan terus diawasi secara ketat agar tidak mengalami penurunan kualitas.
“Sekarang di pasaran kan sebagian beras itu. Tinggal sedikit stoknya di gudang, karena sudah dipakai untuk bantuan pangan dan SPHP. Jadi sudah banyak yang tersalurkan,” ungkapnya.
Meski begitu, Rizal enggan merinci jumlah pasti stok beras impor yang masih ada di gudang Bulog. Ia hanya menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum memberikan data resmi kepada publik.
“Jumlahnya berapa? Nanti saya cek dulu, ya. Setelah itu baru bisa saya sampaikan,” kata Rizal.
Baca Juga: Bos Bulog Optimistis Ketahanan Pangan RI Meningkat
Lebih lanjut, Rizal menegaskan Bulog hanya bertugas sebagai pelaksana kebijakan pemerintah, bukan penentu asal maupun volume impor beras. Semua keputusan terkait impor, menurutnya, berada di tangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan kementerian terkait. Bulog hanya memastikan penyalurannya dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai prosedur.
Dengan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik, Rizal memastikan Bulog akan terus menjaga kualitas beras impor serta mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
“Kami hanya memastikan beras impor tersalurkan sesuai prosedur dan kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi IV DPR RI melalui anggotanya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyoroti manajemen stok beras impor Bulog. Dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Bapanas, dan Bulog pada 21 Agustus lalu, Titiek mendesak agar prinsip FIFO benar-benar dijalankan.
Menurut Titiek, stok beras lama seharusnya diprioritaskan untuk dikeluarkan lebih dulu agar kualitasnya tidak menurun. Ia mengingatkan Bulog agar tidak menahan stok lama sementara beras yang baru justru didistribusikan lebih dulu.
“Kenapa harus ditahan-tahan ya Pak? Tolong ini jadi perhatian, untuk manajemen perputaran stok Bulog. Mana yang first in first out, ya jangan sampai yang terakhir masuk malah dikeluarkan dulu,” kata Titiek dalam forum tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








