Wamenaker: Sensus Ekonomi Penting Untuk Perencanaan Ketenagakerjaan
Hefriday | 29 September 2025, 12:08 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi dan statistik memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan serta pembangunan ketenagakerjaan nasional yang lebih baik.
Menurut Afriansyah, sensus ekonomi tidak hanya berfungsi sebagai pencatatan data produksi dan distribusi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi riil tenaga kerja di berbagai sektor.
“Sensus ekonomi memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan yang komprehensif,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Dirinya menjelaskan, dalam era transformasi digital saat ini, statistik dituntut semakin adaptif, inklusif, dan real-time.
Hal ini penting agar data yang diperoleh tidak sekadar menjadi angka, tetapi juga mampu memberikan wawasan mendalam yang dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan.
“Dengan keterpaduan data, kita tak hanya menghadirkan angka, tetapi juga insight yang berdampak,” kata Afriansyah.
Lebih lanjut, ia menekankan informasi dari sensus ekonomi akan membantu pemerintah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.
Data yang dihasilkan mampu memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang, sehingga langkah-langkah seperti peningkatan keterampilan, penguatan kewirausahaan, hingga perluasan lapangan kerja dapat disesuaikan dengan perkembangan ekonomi nasional maupun global.
Afriansyah menyebutkan, hasil sensus ekonomi juga akan menjadi pijakan penting untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan global.
“Kebijakan berbasis data akan lebih efektif dalam mendorong peningkatan produktivitas, daya saing, serta memastikan tenaga kerja kita siap menghadapi era industri dan ekonomi digital,” jelasnya.
Dalam momentum Hari Statistik Nasional 2025, Afriansyah mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, untuk menjadikan statistik sebagai bahasa pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas sangat dibutuhkan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.
“Setiap data yang kita olah, analisis yang kita buat, dan diseminasi yang kita lakukan harus memiliki dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Dengan begitu, statistik tidak lagi dipandang sebagai sekadar laporan teknis, melainkan sebagai dasar pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Dirinya menambahkan, data ketenagakerjaan yang akurat akan membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja hijau, tenaga kerja yang produktif, serta sumber daya manusia kompeten yang selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan.
Hal ini juga dianggap penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, Afriansyah menilai penguatan sistem statistik akan mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih sehat.
Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mendeteksi sektor yang kekurangan tenaga kerja, mengidentifikasi potensi lapangan kerja baru, serta memprediksi kebutuhan keterampilan di masa depan.
“Dengan data yang solid, kebijakan ketenagakerjaan dapat lebih responsif terhadap perubahan, termasuk perkembangan teknologi, tren industri global, hingga kebutuhan pasar tenaga kerja domestik,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







