Ramai Soal Sumber Air Aqua, Ini Komentar Kementerian ESDM

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal sumber air air minum Aqua yang berasal dari sumur bor, bukan dari air permukaan seperti air sungai atau pegunungan.
Adapun, Aqua memberikan tanggapan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari permukaan atau sungai, melainkan dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami.
Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi mengatakan pihak dari Aqua sudah mengajukan izin untuk mengambil sumber air yang berasal dari akuifer tersebut.
“Aqua sudah berizin,” kata Agus kepada Akurat, Kamis (23/10/2025).
Agus menambahkan, pengambilan bahan baku menggunakan sumur bor lazim dilakukan oleh produsen dari air minum dalam kemasan (AMDK).“Produsen AMDK yang lain juga mengambil bahan baku menggunakan Sumur Bor,” tambah Agus.
Agus pun menjelaskan untuk kebutuhan industri dengan debit besar seperti AMDK, perusahaan diwajibkan mengambil air dari akuifer tertekan yang berada di kedalaman lebih dari 40 meter.
Proses perizinan dilakukan secara ketat melalui uji konstruksi sumur dan uji pompa untuk memastikan keberlanjutan sumber air dan tidak mengganggu cadangan air tanah masyarakat.
“Dalam memberikan Izin, untuk debit besar dan digunakan untuk AMDK diwajibkan mengambil dari Aquifer Tertekan, dengan kedalaman lebih dari 40 meter diuji dengan kesesuaian konstruksi sumur dan uji pompa,” ujar Agus.
Lebih lanjut, ketika ditanya apakah apa yang dilakukan oleh Aqua sudah sesuai dengan Peraturan yang ada, Agus menyebut pemberian izin untuk Aqua sudah sesuai dengan aturan.
Sebab, Aqua kata Agus sudah melalukan persyaratan seperti konservasi air hingga pembangunan sumur resapan.
Adapun, aturan penggunaan air tanah berada dalam Peraturan Menteri ESDM No.14 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah.
“Iya (sesuai aturan). Karena mereka juga melakukan program konservasi sumber air, penanaman pohon, pembangunan sumur resapan,” tutur Agus.
Diberitakan sebelumnya, Danone Indonesia memberikan klarifikasi terkait tayangan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik Aqua di Jawa Barat.
Dalam tayangan yang diunggah di akun Youtubenya, Dedi Mulyadi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sumber air Aqua berasal dari sumur bor, bukan dari air permukaan seperti air sungai atau pegunungan.
Dalam keterangan tertulisnya, Danone menegaskan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari permukaan atau sungai, melainkan dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami.
lAir Aqua berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, dan minimal 1 tahun penelitian," demikian keterangan resmi Danone, Rabu (22/10/2025).
Danone menyebut, akuifer tersebut berada d kedalaman 60 hingga 140 meter, terlindungi lapisan kedap air sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia.
Perusahaan juga menegaskan seluruh proses penentuan titik sumber air selalu disertai kajian dampak lingkungan dan sosial.
Hasil studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), disebut Danone, memastikan bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







