ESDM Bakal Evaluasi Izin Perusahaan Air Mineral Gunakan Air Tanah

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk melakukan evaluasi terhadap izin dan pengelolaan sumber air oleh perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK).
Terutama yang beroperasi di wilayah dengan kondisi cekungan air tanah (CAT) kritis seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan, sebagian besar produk air mineral di pasaran sejatinya berasal dari air tanah hasil pengeboran, bukan dari mata air permukaan sebagaimana kerap diklaim.
Baca Juga: ESDM: Semua SPBU Swasta Sudah Negosiasi Pembelian BBM dengan Pertamina
“Ini pada umumnya itu kan air mineral yang diklaim sekarang itu kan berasal dari air tanah. Jadi, ini dari pengoboran. Itu kalau dari pengoboran itu kan ada pengaturan,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (24/10/2025).
Yuliot menjelaskan, pengaturan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di wilayah dengan cekungan air tanah yang sudah dalam kondisi kritis
Pemerintah, menurutnya, akan memperkuat tata kelola agar pemanfaatan sumber air tidak menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang.
“Jadi, kan kita juga harus melakukan penataan terhadap sumber air yang dalam kondisi kritis ini. Karena ini kan merupakan aspek lingkungan yang harus kita jaga ke depan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Yuliot menyebutkan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap perusahaan AMDK yang memanfaatkan air tanah.
Jika hasil evaluasi menunjukkan perusahaan telah memenuhi semua persyaratan perizinan dan teknis, maka kegiatan dapat tetap berjalan.
Baca Juga: SKK Migas: BP Plc Minati WK Migas yang Dilelang Kementerian ESDM
Namun, bila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian di lapangan, pemerintah akan mengambil langkah tegas.
“Jadi, untuk berdasarkan evaluasi. Kalau ini perusahaan sudah memenuhi persyaratan, ya ini mereka kan bisa tetap melaksanakan kegiatan. Tapi, kalau ini ada yang perizinan yang tidak lengkap, ya kemudian itu ada permasalahan di lapangan,” tuturnya
Diberitakan sebelumnya, Danone Indonesia memberikan klarifikasi terkait tayangan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik Aqua di Jawa Barat.
Dalam tayangan yang diunggah di akun Youtubenya, Dedi Mulyadi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa sumber air Aqua berasal dari sumur bor, bukan dari air permukaan seperti air sungai atau pegunungan.
Dalam keterangan tertulisnya, Danone menegaskan bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari permukaan atau sungai, melainkan dari akuifer dalam yang terlindungi secara alami.
Air Aqua berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan 9 kriteria ilmiah, 5 tahapan evaluasi, dan minimal 1 tahun penelitian," demikian keterangan resmi Danone, Rabu (22/10/2025).
Danone menyebut, akuifer tersebut berada d kedalaman 60 hingga 140 meter, terlindungi lapisan kedap air sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia.
Perusahaan juga menegaskan seluruh proses penentuan titik sumber air selalu disertai kajian dampak lingkungan dan sosial.
Hasil studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), disebut Danone, memastikan bahwa sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







