Produksi PHE Moncer Usai Optimalkan Lapangan Mature dengan Teknologi Canggih

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menjalankan strategi inovatif dan penerapan teknologi terkini untuk mengelola lapangan mature atau tua.
Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen menjelaskan bahwa sebagian besar aset yang dikelola PHE merupakan lapangan migas yang telah beroperasi lama namun tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional.
“Sebagian besar produksi minyak nasional berasal dari lapangan-lapangan mature yang kami kelola di berbagai wilayah Indonesia. Tantangan utamanya adalah bagaimana mempertahankan tingkat produksi di tengah kondisi reservoir yang menurun secara alami,” kata Hermansyah, Minggu (23/11/2025).
Untuk menjawab tantangan tersebut, PHE mengimplementasikan pendekatan komprehensif berbasis asset integrity management, digitalisasi, serta inovasi teknologi pada sumur dan fasilitas produksi.
Baca Juga: Produksi Migas PHE Tembus 1,03 Juta BOEPD hingga Kuartal III 2025
PHE, kata Hermansyah terus mengoptimalkan pengelolaan lapangan mature seperti di Wilayah Kerja Mahakam dan Rokan.
“Kami menggunakan pendekatan konvensional dan modern, termasuk penerapan digital intelligence untuk memantau performa sumur dan fasilitas produksi secara real time sehingga proses optimasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Melalui berbagai macam pendekatan tersebut PHE terus mengoptimalkan perannya dalam menjaga pasokan energi nasional. Hingga kuartal III-2025, PHE mencatat capaian produksi minyak sebesar 553 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
Selain itu, sebanyak 28.507 kegiatan well intervention & services telah dilaksanakan, 969 well workover, dan 661 sumur pengembangan berhasil diselesaikan.
Hermansyah menegaskan bahwa teknologi hanyalah salah satu pilar dalam keberhasilan pengelolaan lapangan mature. Faktor manusia tetap menjadi kunci.
“Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kompetensi personel di lapangan. Kami terus mengembangkan kapabilitas pekerja, baik senior maupun generasi baru, agar adaptif, inovatif, dan mampu merespons tantangan industri,” ucap Hermansyah.
Sebagai organisasi yang mengedepankan transformasi, PHE juga mendorong budaya learning organization dengan memperkuat inisiatif berbagi pengetahuan dan pembelajaran lintas unit kerja. Pendekatan ini memastikan setiap tantangan operasional dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi.
Selain itu, PHE terus memperkuat budaya keselamatan, efisiensi operasi, serta integritas aset di seluruh wilayah kerja. Langkah-langkah ini mendorong PHE untuk tetap memberikan kontribusi optimal bagi produksi energi nasional, sekaligus mendukung transisi menuju operasi energi yang lebih berkelanjutan.
“Melalui sinergi teknologi, inovasi, dan SDM unggul, Pertamina Hulu Energi akan terus menjadi motor penggerak ketahanan energi Indonesia,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







