Kebut Pemulihan, Bos PLN Pastikan Langsung Penanganan Kelistrikan Pascabencana Aceh
Dedi Hidayat | 30 November 2025, 14:18 WIB

AKURAT.CO Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo memastikan langsung penanganan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh.
Darmawan menyampaikan, akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi, total 12 tower SUTT roboh dan menyebabkan gangguan suplai listrik di wilayah Aceh. Saat ini pihaknya telah menerjunkan sekitar 500 petugas gabungan dari unit PLN seantero Indonesia guna mempercepat pembangunan tower transmisi darurat di Aceh.
"Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat," kata Darmawan dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Darmawan mengatakan, mobilisasi material PLN dilakukan nonstop. Dengan dukungan Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, seluruh pendistribusian.
"Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat," kata Darmawan dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Darmawan mengatakan, mobilisasi material PLN dilakukan nonstop. Dengan dukungan Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, seluruh pendistribusian.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Aman untuk Percepatan Penanganan Bencana di Sumatera
Termasuk, personel, material tower, dan bantuan dapat dikirim melalui jalur darat maupun diterbangkan ke lokasi-lokasi terisolasi menggunakan helikopter dan pesawat. "Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim rescue, TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dan lain lain,” ujarnya.
Darmawan menegaskan, PLN akan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh, sehingga suplai listrik dapat segera kembali stabil untuk masyarakat.
Selain mempercepat pemulihan kelistrikan, PLN juga menyiagakan genset di titik-titik obyek vital, seperti rumah sakit, puskesmas, bandara, dan kantor pemerintahan, agar masyarakat Aceh tetap bisa terlayani. Selain itu, bantuan berupa lampu darurat juga telah disalurkan ke rumah ibadah dan lokasi pengungsian untuk memastikan aktivitas malam hari tetap berjalan.
"Kami membangun island operation Nagan Raya dengan beban sampai 100 Megawatt (MW) dan island operation Arun dengan beban 16 MW. Dengan cara ini, sebagian wilayah Aceh terutama fasilitas layanan publik masih bisa mendapat pasokan listrik," ucap Darmawan.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan, kondisi di Aceh pascadilanda banjir dan longsor mengalami kerusakan berat. Berdasarkan catatan terakhir, sebanyak 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh rusak parah. Penduduk di kabupaten/kota tersebut masih terisolir imbas akses komunikasi yang terputus dan padamnya listrik karena sejumlah tower milik PLN roboh.
"Banyak korban, termasuk beberapa kampung dan tempat yang hilang. Sampai sekarang belum tahu statusnya bagaimana. Insyaallah, ini ada bantuan dari pada PLN Aceh dan pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tersalur ya listrik-listrik yang terputus," tutur Muzakir.
Muzakir menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah PLN dan para stakeholder yang bergerak cepat untuk mengirimkan bantuan dan dukungan teknis ke Aceh. "Dengan ada bantuan seperti ini, rasa terima kasih kepada Pimpinan PLN yang sudah membantu Aceh. Jadi mudah-mudahan amanah kita semua dibalas oleh Allah SWT. Amin," tukasnya.
Termasuk, personel, material tower, dan bantuan dapat dikirim melalui jalur darat maupun diterbangkan ke lokasi-lokasi terisolasi menggunakan helikopter dan pesawat. "Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim rescue, TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dan lain lain,” ujarnya.
Darmawan menegaskan, PLN akan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh, sehingga suplai listrik dapat segera kembali stabil untuk masyarakat.
Selain mempercepat pemulihan kelistrikan, PLN juga menyiagakan genset di titik-titik obyek vital, seperti rumah sakit, puskesmas, bandara, dan kantor pemerintahan, agar masyarakat Aceh tetap bisa terlayani. Selain itu, bantuan berupa lampu darurat juga telah disalurkan ke rumah ibadah dan lokasi pengungsian untuk memastikan aktivitas malam hari tetap berjalan.
"Kami membangun island operation Nagan Raya dengan beban sampai 100 Megawatt (MW) dan island operation Arun dengan beban 16 MW. Dengan cara ini, sebagian wilayah Aceh terutama fasilitas layanan publik masih bisa mendapat pasokan listrik," ucap Darmawan.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan, kondisi di Aceh pascadilanda banjir dan longsor mengalami kerusakan berat. Berdasarkan catatan terakhir, sebanyak 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh rusak parah. Penduduk di kabupaten/kota tersebut masih terisolir imbas akses komunikasi yang terputus dan padamnya listrik karena sejumlah tower milik PLN roboh.
"Banyak korban, termasuk beberapa kampung dan tempat yang hilang. Sampai sekarang belum tahu statusnya bagaimana. Insyaallah, ini ada bantuan dari pada PLN Aceh dan pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tersalur ya listrik-listrik yang terputus," tutur Muzakir.
Muzakir menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah PLN dan para stakeholder yang bergerak cepat untuk mengirimkan bantuan dan dukungan teknis ke Aceh. "Dengan ada bantuan seperti ini, rasa terima kasih kepada Pimpinan PLN yang sudah membantu Aceh. Jadi mudah-mudahan amanah kita semua dibalas oleh Allah SWT. Amin," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









