Mentan Amran: Percepatan Irigasi Jadi Kunci Naikkan Produksi Padi Nasional

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa percepatan rehabilitasi irigasi pertanian menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produksi padi nasional.
Upaya ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan air bagi petani sekaligus mendorong terwujudnya swasembada beras yang berkelanjutan.
Menurut Amran, keberhasilan sektor pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih dan pupuk, tetapi juga sangat bergantung pada pengelolaan air yang memadai.
Infrastruktur irigasi yang berfungsi optimal menjadi penopang utama agar produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan.
Baca Juga: Bantuan Pangan Tahap III Kementan-Bapanas Tiba di Aceh, 220 Ton Logistik Mendarat
“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Didukung penguatan infrastruktur air, kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif. Produksi beras pada 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, sementara stok cadangan beras pemerintah (CBP) diperkirakan menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026. Capaian tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya ketahanan pangan nasional.
Amran menyebut peningkatan kinerja tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh.
Salah satu fokus utama adalah pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, demi menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dirinya menjelaskan bahwa pengelolaan air yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam.
Baca Juga: Kementan Kirim Bantuan Pangan ke SUmatera Lewat Kapal TNI AL
Selain itu, ketersediaan air yang stabil dapat menekan risiko kekeringan pada musim kemarau serta meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.
Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pemerintah terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi.
Langkah tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.
Hermanto menjelaskan, melalui Inpres tersebut pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi di daerah irigasi yang sekitar 60% kondisinya dinilai kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan. Pada tahap pertama, dari target 280.880 hektare, realisasi telah mencapai 99,93%.
Untuk tahap kedua, target luasan sebesar 225.775 hektare dengan capaian 83,46% pada jaringan irigasi utama, 98,66% pada jaringan irigasi tersier, serta 92,25% pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah.
Sementara pada tahap ketiga, dari target 146.503 hektare, realisasi jaringan irigasi utama mencapai 67,67%, jaringan tersier 87,57%, dan jaringan irigasi air tanah 93,91%.
Hermanto menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor. Kementerian Pertanian terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta balai besar wilayah sungai di daerah, dengan dukungan pemerintah daerah.
Ke depan, implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2025 akan terus diperkuat melalui berbagai program strategis lain, seperti optimasi lahan dan pencetakan sawah rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menegaskan arah pembangunan pertanian menuju swasembada pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








