Menteri Bahlil: Lifting Minyak 2025 Capai 605,3 Ribu Barel per Hari

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa capaian lifting minyak tahun 2025 melebihi target yang sudah ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 bph.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan capain lifting minyak pada tahun 2025 mencapai 605,3 ribu barel.
“Atau sama dengan 100,5 persen, jadi target lifting kita Alhamdulillah mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit,” kata Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: RKAB 2026 Belum Terbit, Kementerian ESDM Buka Suara
Bahlil melanjut, capain ini membuat lifting minyak Tanah Air kembali tercapai setelah hampir sembilan tahun tidak pernah sesuai dengan target yang disepakati dalam APBN.
“Pertama itu kenaikan lifting kita itu di 2008, itu karena ada Banyu Urip kalau tidak salah. Kemudian 2015-2016, setelah itu gak pernah lagi lifting kita mencapai target APBN. Alhamdulillah kali ini kita tercapai,” tutur Bahlil.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis target lifting minyak nasional tahun 2025 sebesar 605 ribu barel per hari dapat tercapai.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan, hingga saat ini capaian lifting migas nasional masih dalam tahap konsolidasi akhir oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Jadi data akhir itu kan lagi dikonsolidasikan oleh SKK Migas. Insyaallah capaian 605 itu tercapai tahun ini,” kata Yuliot di Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga: ESDM Buka Kuota Impor BBM SPBU Swasta, Segini Besarannya
Menanggapi isu adanya potensi penurunan lifting hingga kisaran 604 ribu barel per hari akibat sejumlah kendala produksi, Yuliot menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan konsolidasi dengan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Yuliot mengakui sempat terjadi gangguan produksi akibat kebocoran fasilitas milik ExxonMobil di Blok Cepu. Namun, gangguan tersebut bersifat sementara dan telah berhasil ditangani dalam waktu singkat.
“Memang kemarin ada kendala, ada kebocoran di Exxon Mobil Cepu. Tapi dalam dua hari sudah bisa diperbaiki dan saat ini produksinya sudah kembali normal,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








