Panen Raya Bergeser ke Februari 2026, Stok Beras Bulog Bakal Naik 10 Persen

AKURAT.CO Pemerintah memproyeksikan panen raya padi nasional 2026 akan berlangsung lebih awal mulai Februari, dengan estimasi kenaikan produksi beras sebesar 5–10% dibandingkan periode sebelumnya.
Percepatan panen ini menjadi sinyal penting bagi penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Langkah ini dinilai krusial di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu stok beras nasional, harga pangan, serta daya beli masyarakat, terutama menjelang tahun politik dan dinamika ekonomi global.
Panen Raya Lebih Cepat, Produksi Beras Diproyeksi Meningkat
Zulhas menyebutkan, panen raya yang sebelumnya umumnya dimulai pada Maret kini diperkirakan sudah berlangsung sejak Februari dan berlanjut hingga April 2026. Perubahan ini dipicu oleh perbaikan pola tanam dan dukungan kebijakan sektor pangan.
“Kalau dulu panen raya Maret, sekarang Februari sudah mulai, berlanjut Februari, Maret, April, dan produksinya diperkirakan lebih tinggi,” ujar Zulhas usai rapat koordinasi terbatas bidang pangan di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis produksi beras nasional akan meningkat hingga dua digit, sekaligus memperkuat pasokan domestik.
Cadangan Beras Pemerintah Ditargetkan 4 Juta Ton hingga 2029
Sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi, pemerintah menyiapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton yang direncanakan dipertahankan secara berkelanjutan hingga 2029. CBP diposisikan sebagai instrumen utama untuk intervensi harga dan antisipasi gejolak pasokan.
Namun, peningkatan stok ini menuntut kesiapan infrastruktur, khususnya kapasitas penyimpanan. Saat ini, daya tampung gudang Bulog dinilai masih belum memadai untuk menyerap lonjakan produksi saat panen raya.
Pemerintah Bangun 100 Gudang Bulog Baru
Untuk menjawab keterbatasan tersebut, pemerintah berencana menambah sekitar 100 gudang Bulog baru. Pembangunan ini akan dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) yang saat ini telah memasuki tahap finalisasi substansi.
“Kita sudah selesaikan substansi untuk Inpres, kita akan bangun seratus lagi. Bulog ditugaskan untuk bangun gudang untuk menampung,” kata Zulhas.
Pembangunan gudang ini akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mempercepat proses konstruksi dan memastikan kesiapan operasional sebelum puncak panen.
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Simpul Distribusi Pangan
Selain mengandalkan Bulog, pemerintah juga mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari jaringan penyimpanan dan distribusi pangan nasional. Koperasi ini diharapkan mampu menyerap hasil panen petani, sekaligus mendekatkan distribusi beras ke masyarakat di tingkat lokal.
Saat ini, sekitar 26.000 koperasi desa dan kelurahan tercatat tengah dalam proses pembangunan. Pemerintah menargetkan koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai gudang, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi dengan sistem pangan nasional.
Pembangunan 26.000 Koperasi Ditargetkan Rampung April 2026
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pembangunan fisik koperasi desa tersebut ditargetkan rampung pada April 2026. Proses percepatan saat ini difokuskan pada pengadaan dan inventarisasi lahan.
Keberadaan koperasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.“Sedang dibangun, April ini jadi. Sekarang ini lagi inventarisasi tanah, kemudian ditambah lagi, begitu terus,” ujar Ferry.
Strategi Terpadu Jaga Harga dan Pasokan Beras
Percepatan panen raya padi, peningkatan stok beras nasional, serta pembangunan infrastruktur penyimpanan menjadi strategi terpadu pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa isu pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga manajemen stok dan distribusi yang efisien menjadi faktor krusial bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







