Impor Solar Menyusut, RDMP Balikpapan Berpotensi Ringankan Tekanan Fiskal APBN

AKURAT.CO Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional, khususnya dari sisi pengolahan minyak dalam negeri.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai kehadiran RDMP Balikpapan akan memperkuat kapasitas produksi minyak olahan domestik yang selama ini belum optimal.
Keterbatasan kilang membuat kebutuhan BBM nasional termasuk solar banyak dipenuhi melalui impor, meski Indonesia memiliki pasokan minyak mentah.
Baca Juga: Mengenal RFCC Complex, Fasilitas Canggih di RDMP Balikpapan Penghasil BBM Euro 5
“Dengan adanya RDMP Balikpapan, tentu saja impor akan menjadi lebih sedikit, untuk impor minyak olahan akan memperkecil juga impor dari sisi neraca, impor migas kita yang biasanya tinggi, jadi mempersempit juga dari sisi defisit,” kata Faisal kepada Akurat, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, penurunan impor solar tidak hanya berdampak pada perbaikan neraca perdagangan dan defisit migas, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional.
Produk yang dihasilkan pun memiliki kualitas lebih tinggi, seiring kemampuan kilang memproduksi bensin dengan oktan yang lebih beragam dan modern.
Dari sisi fiskal, Faisal menilai pengurangan impor solar akan menurunkan beban pengeluaran negara, termasuk tekanan terhadap anggaran subsidi energi.
“Tentua saja juga kalau impor ini berkurang, akan mengurangi juga beban untuk yang kaitannya dengan pengeluaran untuk impor, dan juga tentu saja otomatis juga dari sisi, mempengaruhi juga dari sisi beban subsidi,” ujar Faisal.
Baca Juga: Menko Airlangga: RDMP Balikpapan Bikin RI Tak Impor Solar Lagi
Sementara itu, praktisi migas Hadi Ismoyo menyampaikan optimisme terhadap kontribusi RDMP Balikpapan dalam memperkuat pasokan BBM nasional.
Hadi meyakini, target penghentian impor solar dapat tercapai seiring tambahan kapasitas pengolahan yang signifikan.
“Stop Impor wabil khusus solar, saya yakin bisa terpenuhi, tambahan 100 ribu barel per hari , menjadi kapasitas total 1.28 juta barel per hari dengan dikombinasikan program biodiesel B40/B50. Sangat confidence,” tutur Hadi.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan akan membuat Indonesia hampir sepenuhnya menutup kebutuhan impor solar dalam waktu dekat.
Saat ini, kata Bahlil impor solar tanah air tinggal 5 juta kilo liter (kl). Dengan adanya RDMP maka Indonesia diperkirakan mengalami surplus BBM Solar sekitar 1,4 juta kilo liter.
“Impor kita tinggal 5 juta Pak, jadi sudah tertutupi bahkan surplus 1,4 juta. Itu solar untuk cetane number (CN) 48, sementara CN51 impor kita itu hanya 600 ribu kiloliter,” ujar Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







