Mentan Amran: Selundupan Beras di Karimun Khianati Petani

AKURAT.CO Praktik penyelundupan beras yang terungkap di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dinilai sebagai ancaman serius terhadap petani dan agenda swasembada pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena merugikan jutaan petani di dalam negeri.
“Ini mengkhianati 115 juta petani kita. Tidak boleh. Tidak boleh ada yang bermain-main, apalagi ini sudah ditetapkan Presiden bahwa kita sudah swasembada,” ujar Amran di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Mentan: Hilirisasi Ayam Jadi Kunci Kendalikan Inflasi dan Ekonomi Desa
Data hasil penindakan menunjukkan, sebanyak 1.897 ton beras diduga akan diselundupkan selama periode Mei hingga November 2025.
Temuan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan yang dilakukan DJBC Kepulauan Riau bersama instansi terkait.
Amran juga menyoroti kejanggalan asal beras selundupan yang disebut berasal dari Tanjungpinang, wilayah yang tidak memiliki lahan sawah. Lebih lanjut, tujuan pengiriman beras tersebut adalah Palembang, daerah yang justru mengalami surplus beras sekitar 1,1 juta ton.
“Ini yang menjadi pertanyaan besar. Daerah tanpa sawah mengirim beras ke wilayah surplus,” katanya.
Baca Juga: Bidik Stok Beras Bulog 4 Juta Ton di 2026, Mentan: Kita Kolaborasi
Selain beras, aparat turut mengamankan berbagai komoditas pangan lain seperti gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabai kering, dan kacang tanah. Seluruh barang bukti saat ini dititipkan di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri dengan pengawasan Badan Karantina.
Pemerintah menegaskan akan terus memperketat pengawasan jalur distribusi pangan dan menindak tegas seluruh pelaku penyelundupan sebagai bagian dari perlindungan terhadap petani dan ketahanan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






