ANTAM Evakuasi Tiga Korban Insiden Tambang Ilegal di Area Pongkor

AKURAT.CO PT ANTAM Tbk. menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan terkait insiden di sekitar wilayah Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor, dengan melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban yang ditemukan di area tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran bersama aparat dan otoritas berwenang, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan tanpa izin (gurandil) yang menerobos wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ANTAM. Area tersebut berada di luar kegiatan operasi resmi perusahaan.
ANTAM bersama tim gabungan dan aparat berwenang telah berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa di lokasi insiden.
Baca Juga: PT Antam Tbk Resmi Masuk Pasar Fisik Emas Digital ICDX, Apa Keuntungannya?
Proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif lintas instansi, dengan mengedepankan prosedur keselamatan kerja yang ketat serta mempertimbangkan kondisi teknis dan keamanan di lokasi.
Hingga saat ini, upaya penelusuran dan penanganan lanjutan masih terus dilakukan sesuai dengan hasil asesmen teknis dan rekomendasi aparat terkait.
Seluruh tahapan evakuasi dilaksanakan secara cepat, terukur, dan berhati-hati, dengan prioritas utama pada keselamatan personel tim di lapangan. ANTAM turut menyampaikan empati dan duka mendalam kepada keluarga korban.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius manajemen dan akan menjadi dasar penguatan pengawasan serta penegakan keselamatan kerja dan keamanan wilayah tambang.
“Keselamatan manusia adalah prioritas utama. ANTAM tidak menoleransi aktivitas penambangan ilegal karena berisiko tinggi dan dapat menimbulkan korban. Ke depan, kami akan memperketat pengawasan, penegakan K3, serta pengamanan wilayah tambang agar aktivitas ilegal tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban,” kata Untung dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Baru Kasus 109 Ton Emas Berlabel Ilegal PT Antam
Untung menambahkan, penguatan pengamanan wilayah tambang akan dilakukan secara terintegrasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait, termasuk peningkatan sistem pemantauan dan pengendalian akses di area IUP.
Menurut Untung, langkah tersebut sejalan dengan komitmen ANTAM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten, khususnya pada aspek keselamatan kerja, perlindungan masyarakat sekitar tambang, serta tata kelola operasi yang bertanggung jawab.
“Penegakan K3 dan keamanan wilayah bukan hanya untuk melindungi operasional perusahaan, tetapi juga untuk melindungi masyarakat. Tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan jiwa,” tegasnya.
ANTAM menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan otoritas terkait dalam penanganan lanjutan, serta mendukung penuh langkah penertiban agar aktivitas penambangan ilegal di sekitar wilayah operasional dapat dihentikan secara permanen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








