PLN EPI Siapkan Kontrak Jangka Panjang, Ekosistem Biomassa Kian Diperkuat

AKURAT.CO PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pengembangan ekosistem bioenergi nasional dengan memberikan kepastian pasar bagi pemasok biomassa melalui skema kontrak pembelian hingga lima tahun.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan, kepastian kontrak merupakan faktor penting dalam membangun rantai pasok biomassa yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan adanya jaminan pembelian dalam jangka panjang, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta menjaga kualitas biomassa yang dipasok ke pembangkit listrik.
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Perusahaan Singapura, Jajaki Rantai Pasok Hidrogen Hijau ke Singapura
"Apabila kualitas biomassa dapat dijaga, baik dari sisi nilai kalor maupun kontinuitas pasokan, PLN EPI dapat memberikan kontrak pembelian hingga lima tahun. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi dan meningkatkan kapasitas produksinya," kata Hokkop, Kamis (23/7/2026).
Hokkop menjelaskan, PLN EPI menerapkan skema pengadaan biomassa sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengutamakan kualitas produk.
Biomassa yang memiliki nilai kalor lebih tinggi serta mampu dipasok secara konsisten akan memperoleh peluang skema harga yang lebih kompetitif sehingga memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produksinya.
Menurutnya, kepastian pasar tidak hanya memberikan manfaat bagi pemasok biomassa, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem bioenergi nasional yang melibatkan petani, koperasi, BUMDes, hingga industri pengolahan biomassa sebagai bagian dari rantai pasok energi primer nasional.
"Kami ingin membangun industri biomassa yang sehat. Ekspor tetap menjadi peluang, tetapi pada saat yang sama kebutuhan domestik juga harus terjamin agar transisi energi nasional dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Hokkop.
Sebagai bagian dari strategi transisi energi PLN Group, hingga Juni 2026 PLN EPI telah mengimplementasikan pemanfaatan biomassa pada 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan realisasi penggunaan mencapai 932.906 ton.
Seiring meningkatnya kualitas biomassa, nilai kalor rata-rata yang dimanfaatkan juga meningkat menjadi 3.263 kkal per kilogram, dengan memanfaatkan 16 jenis biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan kehutanan.
Ke depan, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa mencapai 3,7 juta ton pada 2026 dan meningkat menjadi 10 juta ton pada 2030.
Baca Juga: PLN EPI Ungkap Potensi Biomassa RI Capai 83,4 Juta Ton per Tahun
Pencapaian tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp5,1 triliun, mengurangi emisi hingga 12 juta ton CO₂ ekuivalen per tahun, memanfaatkan sekitar 20 juta ton limbah biomassa setiap tahun, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau di berbagai daerah.
Untuk mendukung target tersebut, PLN EPI terus memperkuat ekosistem biomassa melalui pembangunan jaringan hub dan main hub biomassa, pengembangan fasilitas produksi, digitalisasi rantai pasok, serta kemitraan dengan koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







