PLN Siapkan SPKLU Truk Listrik Pertama di Tol Trans Jawa, Ini Lokasinya

AKURAT.CO PT PLN (Persero) siap mendukung proyek percontohan (pilot project) Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khusus truk listrik di ruas Tol Trans Jawa.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan, selama ini seluruh desain dan pembangunan SPKLU di Indonesia masih difokuskan untuk kendaraan penumpang.
Sementara itu, kendaraan berat seperti truk membutuhkan desain infrastruktur yang berbeda, baik dari sisi lokasi, kapasitas pengisian, maupun ruang manuver kendaraan.
Baca Juga: PLN EPI Siapkan Kontrak Jangka Panjang, Ekosistem Biomassa Kian Diperkuat
"Ini memang challenge kita saat ini, karena dari desain awal yang kita buat untuk seluruh stasiun pengisian kendaraan listrik ini, semuanya untuk mobil penumpang umum, semuanya untuk mobil penumpang," kata Fahrur dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026, dikutip Jumat (24/7/2026),
Fahrur menyampaikan, saat ini PLN bersama Jasa Marga, Danantara, dan BUMN lainnya, sedang menyiapkan proyek percontohan SPKLU khusus truk listrik.
Fahrur mengungkapkan, SPKLU truk listrik pertama direncanakan dibangun di Rest Area KM 88A ruas Tol Trans Jawa sebagai lokasi uji coba awal.
"Jadi tadi disampaikan di rute Trans Jawa, nanti di KM88A akan dibuat SPKLU untuk truk listrik pertama," ujarnya.
Menurut Fahrur, pembangunan SPKLU tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong elektrifikasi kendaraan niaga yang memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi dan emisi sektor transportasi.
Ia menilai, setelah ekosistem kendaraan listrik penumpang mulai terbentuk, kini saatnya pemerintah dan BUMN mulai membangun infrastruktur bagi kendaraan berat.
Meski demikian, Fahrur mengakui pengembangan SPKLU untuk truk listrik memerlukan perencanaan yang lebih matang dibanding kendaraan penumpang.
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Perusahaan Singapura, Jajaki Rantai Pasok Hidrogen Hijau ke Singapura
“Karena kembali lagi, saat capex -nya masih tinggi, kita harus memastikan benefit bagi pelaku usaha juga masih ada. Terutama dari sisi operasionalnya, supaya mereka mau beralih menggunakan EV,” tutur Fahrur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








