BLU Energi Masih Dikaji, Kementerian ESDM Pastikan PLN EPI Tetap Berjalan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) masih menjalankan fungsi dalam rantai pasok energi untuk pembangkit listrik di tengah rencana penerapan skema Badan Layanan Umum (BLU) energi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan, skema BLU untuk batu bara pembangkit saat ini masih dalam tahap pengkajian.
“Ya, itu kan Tekmira, dan dilakukan penggodokan plus-minus dan lain sebagainya. Tapi, as long as saya tahu bahwa sementara ya masih, PLN EPI masih ada,” kata Tri saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Kamis (10/9/2026) sore.
Baca Juga: BLU Energi Disiapkan, Kewenangan dengan PLN EPI Diminta Diperjelas
Meski demikian, pemerintah memastikan skema baru yang nantinya diterapkan tidak boleh menambah biaya dalam rantai pasok batu bara. Sebaliknya, keberadaan mekanisme tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi.
“yang jelas jangan sampai nambah cost. titik. jangan sampai costnya nambah. Dengan adanya itu, kalau bisa efisiensi,” tegasnya.
Nasib PLN EPI Harus Diperjelas
Diberitakan sebelumnya, rencana pemerintah membentuk Badan Layanan Umum (BLU) Energi untuk menjamin pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN dinilai positif.
Namun, mekanisme kerja dan pembagian kewenangan BLU dengan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) masih perlu diperjelas. Pengamat Pertambangan sekaligus Dewan Penasihat Perhapi, Rizal Kasli menilai pembentukan BLU dapat menjadi langkah positif untuk memberikan kepastian pasokan batu bara bagi pembangkit PLN.
Menurut Rizal, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 155 juta ton per tahun atau sekitar 13 juta ton per bulan. PLN juga perlu menjaga persediaan batu bara atau days of stock (HOP) di atas 25 hari untuk menjamin keandalan sistem kelistrikan.
Namun, ia menilai pemerintah masih perlu memperjelas posisi BLU terhadap PLN EPI yang selama ini menjalankan fungsi pengadaan batu bara untuk pembangkit PLN.
“Apakah penugasannya nanti BLU ini akan menggantikan fungsi PLN EPI? Apakah PLN EPI akan dibubarkan karena sudah ada badana layanan umum yang menangani mesalah pengadaan bahan bakar ke PLN? Ini masih belum jelas karena belum ada regulasi yang terbaru tentang itu,” kata Rizal kepada Akurat, Senin (31/8/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








