Akurat Logo

Dipicu Perang Chip, Investasi Infrastruktur AI Bakal Tembus USD31,6 Triliun di 2050

Yosi Winosa | 14 September 2026, 09:58 WIB
Dipicu Perang Chip, Investasi Infrastruktur AI Bakal Tembus USD31,6 Triliun di 2050
Ilustrasi infrastruktur AI

AKURAT.CO Perkembangan teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) yang kian masif ternyata membutuhkan 'tumbal' ruang dan daya yang tidak sedikit.

Laporan terbaru bertajuk PwC Global Data Centre Outlook memproyeksikan investasi global untuk infrastruktur AI—terutama pusat data (data centre)—akan menembus angka fantastis USD31,6 triliun hingga tahun 2050.

Angka ini memperlihatkan lonjakan belanja modal tahunan data centre dari sekitar USD800 miliar pada 2026 menjadi USD1,8 triliun per tahun pada 2050.

Baca Juga: Antrean BBM di Ketapang Mulai Terurai, BPH Migas Siapkan Skenario Darurat

Namun, berbeda dengan proyek infrastruktur konvensional seperti jalan tol atau jembatan yang membutuhkan biaya besar di awal lalu melandai, infrastruktur AI menuntut investasi yang terus membesar seiring berjalannya waktu.

Penyebab utamanya adalah siklus pembaruan perangkat keras, seperti Graphics Processing Unit (GPU) dan peralatan teknologi informasi, yang harus diganti secara berkala setiap beberapa tahun.

Porsi anggaran untuk peralatan teknologi ini diprediksi membengkak dari 70% saat ini menjadi 93% dari total investasi pada 2050.

Listrik Jadi Penentu Utama

Membangun server super cepat tidak ada artinya tanpa pasokan daya. Laporan PwC menegaskan bahwa pasokan listrik yang terjangkau, rendah karbon, dan berskala besar menjadi faktor paling mendasar dalam menentukan lokasi pembangunan data centre AI.

Selain energi, kesiapan konektivitas, kepastian kebijakan pemerintah, keamanan, dan akses ke chip GPU turut menjadi pertimbangan para investor.

"Infrastruktur AI menjadi salah satu tantangan alokasi modal paling penting bagi generasi berikutnya," papar Clara Cutajar, PwC Australia Global Infrastructure Leader.

Menurutnya, fenomena ini tidak hanya mengubah lanskap teknologi, tetapi juga sektor properti, energi, rantai pasok, hingga risiko pembiayaan secara global.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.