Akurat Logo

Selat Hormuz Ditutup, RI Alihkan Impor Minyak ke Afrika dan Rusia

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 14 September 2026, 18:36 WIB
Selat Hormuz Ditutup, RI Alihkan Impor Minyak ke Afrika dan Rusia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah pernah mencari sumber minyak mentah (crude oil) alternatif dari sejumlah negara untuk menjaga pasokan energi domestik di tengah penutupan Selat Hormuz.

Bahlil mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena sekitar 20%-25% kebutuhan crude oil Indonesia untuk pasokan dalam negeri selama ini berasal dari jalur Selat Hormuz.

"Ini minyak ngeri-ngeri sedap. Dari total 1,6 juta barel per hari, berarti kita harus impor 1 juta barel. Selat Hormuz ditutup. 20%-25% crude kita untuk suplai di dalam negeri itu dari Selat Hormuz," kata Bahlil.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Biang Antrean BBM Makassar, dari Shifting hingga Tangki Modifikasi

Penutupan jalur tersebut, lanjut Bahlil, menimbulkan dua persoalan utama bagi Indonesia, yakni kepastian pasokan dan kenaikan harga minyak.

Untuk mengantisipasi risiko pasokan, pemerintah kemudian memutar strategi dengan mencari sumber crude dari negara lain di luar kawasan Timur Tengah.

"Kita mencari formulasi, kemudian kita mengalihkan crude kita. Dari Middle East ke beberapa negara lain. Di Afrika, di Angola, di mana-mana kita cari. Itu sudah clear," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.