Akurat Logo

Ekonomi Digital Jadi Katalis Pertumbuhan Industri Baterai, IBC Soroti Potensi Lonjakan BESS

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 15 September 2026, 13:44 WIB
Ekonomi Digital Jadi Katalis Pertumbuhan Industri Baterai, IBC Soroti Potensi Lonjakan BESS
Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif

AKURAT.CO Indonesia Battery Corporation (IBC) melihat pertumbuhan industri baterai ke depan tidak lagi hanya ditopang oleh agenda transisi energi dan kendaraan listrik (EV).

Perkembangan ekonomi digital, khususnya ekspansi pusat data atau data center, dinilai akan menjadi salah satu pendorong utama permintaan baterai.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif mengatakan, terdapat dua faktor utama yang saat ini mendorong perkembangan industri baterai, yakni transisi energi dan pertumbuhan ekonomi digital.

Baca Juga: IBC: Baterai EV dari Karawang Mayoritas Diekspor, Lokal Masih Minoritas

"Kita lihat key drivers dari perkembangan battery itu sekarang ada 2. Dulu mungkin kita hanya bicara transisi energi, tapi sekarang ada digital economy," kata Aditya dalam acara Sosialisasi MediaMIND 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Aditya menyampaikan, dalam agenda transisi energi, baterai berperan penting untuk mendukung sistem kelistrikan atau grid. Selain itu, baterai juga dibutuhkan untuk mendukung peralihan kendaraan bermesin konvensional menuju kendaraan listrik.

Namun, pertumbuhan ekonomi digital menghadirkan sumber permintaan baru, terutama dari industri data center.

Pusat data membutuhkan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi operasional pusat data.

"Kalau digital economy ada permintaan baru yaitu dari data center. Data center membutuhkan baterai, khususnya Battery Energy Storage System untuk menjaga datanya. Kapasitas yang diperlukan juga sangat besar," ujarnya.

Aditya menilai perkembangan kebutuhan BESS berpotensi menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan paling tinggi dalam industri baterai ke depan.

Selain menopang kebutuhan data center, BESS juga dibutuhkan untuk mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem kelistrikan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.