PLN Siapkan Tambahan 627 MW Perkuat Pasokan Listrik Sulbagsel

AKURAT.CO PT PLN (Persero) terus berkomitmen melakukan peningkatan pasokan pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Upaya tersebut dilakukan melalui inspeksi pada sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan
Dalam inspeksi tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala oleh gangguan teknis sehingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.
Baca Juga: PLN EPI Siapkan Jaringan LNG untuk Gantikan BBM di Pembangkit Nusa Tenggara
Perseroan juga turut mendukung percepatan perbaikan agar PLTU tersebut dapat segera kembali memasok listrik ke sistem Sulbagsel.
“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” kata Darmawan, Selasa (15/9/2026).
Darmawan menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, sistem kelistrikan Sulbagsel juga menghadapi tekanan seiring menurunnya daya mampu sejumlah pembangkit hidro.
Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Niño menyebabkan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) menurun.
Dirinya merinci, daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW, atau berkurang sekitar 600 MW. Kondisi ini menambah tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.
Untuk meningkatkan pasokan, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW.
Baca Juga: SPKLU PLN Tembus 5.081 Unit, Signature Andara Resmi Beroperasi
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro. Namun, kondisi atmosfer yang sangat kering membuat ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.
“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” ujar Darmawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







