Indonesia Dorong ASEAN Tak Terjebak Perang Insentif Investasi Semikonduktor

AKURAT.CO Indonesia mendorong negara-negara ASEAN tidak terjebak dalam persaingan insentif untuk menarik investasi industri semikonduktor.
Pemerintah menilai pengembangan industri tersebut di kawasan perlu dibangun dengan pembagian peran yang saling melengkapi agar rantai pasok semikonduktor ASEAN semakin kuat.
Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Filipina.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup: Shayne Pattynama Dipanggil Susulan ke Timnas Indonesia, Ada Perubahan Skuad?
Indonesia menjadi salah satu negara yang mendorong penyusunan ASEAN Semiconductor Roadmap sebagai bagian dari Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN atau Priority Economic Deliverables (PED) di bawah Keketuaan Filipina.
Roro mengatakan peta jalan tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem semikonduktor ASEAN sekaligus meningkatkan posisi kawasan dalam rantai pasok global.
"Pengembangan peta jalan ini merupakan upaya memperkuat ekosistem semikonduktor ASEAN," ujar Roro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Menurut Roro, Indonesia memiliki fondasi industri yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok semikonduktor global. Namun, pengembangan industri tersebut di ASEAN membutuhkan kerja sama antarnegeri, termasuk dalam investasi dan pemberian insentif.
Indonesia karena itu mendorong penerapan prinsip komplementaritas investasi serta harmonisasi insentif di antara negara-negara ASEAN.
Pendekatan tersebut diarahkan agar investasi di sektor semikonduktor dapat berkembang berdasarkan keunggulan masing-masing negara, bukan melalui persaingan insentif yang berlebihan.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup, Erick Thohir: Timnas Indonesia Siap Tampil Bawa Harapan 280 Juta Rakyat
"Indonesia juga menekankan pentingnya pelibatan akademisi dalam riset, penguatan pilar rantai pasok dan infrastruktur critical minerals, serta penerapan prinsip komplementaritas investasi dan harmonisasi insentif untuk mencegah persaingan tidak sehat di kawasan," kata Roro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






