Serap Lebih dari 61 Ribu Penyadap, Perhutani Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Desa Hutan Lewat Sinergi Hutan Lestari

AKURAT.CO Perum Perhutani konsisten mengoptimalisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti getah pinus, Perhutani secara konsisten merangkul masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk terlibat aktif dalam kegiatan penyadapan yang saling menguntungkan.
Langkah ini menjadi manifestasi nyata dari filosofi "Cipta Hutan Lestari"sebuah prinsip pengelolaan hutan berbasis siklus berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, Perhutani membuktikan bahwa keberadaan hutan yang terawat mampu menjadi sumber penghidupan utama dan berkelanjutan bagi warga di tingkat tapak.
Direktur Operasi Perum Perhutani, Wawan Triwibowo, menyampaikan bahwa penyerapan puluhan ribu tenaga kerja penyadap ini merupakan bentuk sinergi operasional yang sangat baik antara pengelola hutan negara dan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan sumber daya alam secara lestari.
Baca Juga: Menteri Erick Rombak Jajaran Direksi Perum Perhutani
“Dalam semangat Cipta Hutan Lestari kerjasama penyadapan ini dibangun di atas prinsip mutualisme yang saling menguntungkan. Perhutani memperoleh hasil hutan bukan kayu secara optimal tanpa merusak fungsi tutupan hutan, sementara masyarakat mendapatkan kepastian pendapatan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka,” ujar Wawan Triwibowo.
Melalui kemitraan inklusif ini, para penyadap tidak hanya memperoleh nilai ekonomi secara langsung, tetapi juga dibekali pemahaman teknis dalam melakukan aktivitas sadap yang ramah lingkungan. Keterlibatan aktif warga sekitar kawasan ini sekaligus menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menjaga fungsi lindung dan meminimalisir potensi gangguan keamanan hutan.
Dari sisi demografi penyadap, secara operasional, Perhutani berhasil mencatatkan total penyerapan tenaga kerja sadap hingga puluhan ribu orang di seluruh wilayah kerjanya di Pulau Jawa.
Divisi Regional Jawa Tengah menjadi wilayah dengan penyerapan terbesar yakni mencapai 28.883 orang penyadap, disusul oleh Divisi Regional Jawa Timur sebanyak 26.687 orang penyadap, serta Divisi Regional Jawa Barat & Banten sebanyak 6.173 orang penyadap di 183,7 Ha Hutan Pinus yang dikelola Perhutani.
Dari sisi profil demografi, penyerapan tenaga kerja sadap Perhutani secara penuh diisi oleh warga masyarakat desa hutan setempat yang berada dalam rentang usia kerja produktif. Seluruh penyadap ini mengandalkan sektor penyadapan sebagai penggerak perekonomian keluarga, sekaligus bukti nyata kontribusi aktif warga dalam menjaga kelestarian alam tempat mereka bernaung.
Direktur Operasi Perhutani, Wawan Triwibowo, menambahkan bahwa Perhutani akan terus menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dan lingkungan ini demi keberlanjutan masa depan. “Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi dari pohon yang tetap berdiri tegak, mereka akan ikut menjaga kelestarian hutan tersebut dengan sukarela. Inilah esensi Cipta Hutan Lestari: hutan lestari, masyarakat sejahtera,” tutur Wawan.
Inisiatif penyerapan puluhan ribu tenaga kerja sadap ini mempertegas langkah Perhutani dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada pilar pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif, serta menjaga kelestarian ekosistem daratan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






