Bulog Pakai Formula 2-3-4 Kelola Stok Beras SPHP

AKURAT.CO Perum Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras untuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Jika sebelumnya stok dikeluarkan menggunakan prinsip first in first out (FIFO), kini Bulog menerapkan formula pencampuran atau mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan kepada masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, perubahan tersebut dilakukan setelah Bulog mengevaluasi pola pengeluaran stok berdasarkan urutan waktu beras masuk gudang.
Baca Juga: Bulog Gelontorkan 75 Ribu Ton Beras Premium per Bulan ke Ritel
“Sekarang kami ubah dengan kebijakan menggunakan mixing. Beras-beras yang ada di gudang itu, mixing-nya 2-3-4,” kata Rizal dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026) .
Dalam sistem FIFO, beras yang lebih dahulu masuk ke gudang menjadi stok yang lebih dulu dikeluarkan. Menurut Ahmad, pola tersebut dapat membuat beras yang telah tersimpan lebih lama keluar lebih dahulu sehingga berpotensi mengalami penurunan mutu. “Kalau first in first out, pasti kan beras yang dulu datang, tua, yang lama-lama. Begitu dikeluarkan hasilnya jelek,” ujarnya.
Melalui formula 2-3-4, Bulog mencampurkan stok berdasarkan usia penyimpanan.
Sebanyak dua bagian berasal dari beras yang lebih lama tersimpan, tiga bagian merupakan beras dengan masa simpan sekitar enam bulan, sedangkan empat bagian lainnya berasal dari beras yang relatif baru dengan masa simpan sekitar dua hingga tiga bulan.
“Jadi 2-3-4 itu, dua bagian yang lama, tiga bagian yang sedang yang simpannya masih enam bulan, kemudian yang baru yang simpannya baru dua bulan atau tiga bulan, itu yang empat bagian,” kata Rizal.
Menurut Rizal, pencampuran tersebut ditujukan untuk menjaga mutu beras sebelum disalurkan kepada masyarakat. Kebijakan pengelolaan stok itu terutama diterapkan pada beras bantuan pangan dan beras medium, termasuk beras yang digunakan dalam program SPHP.
Perubahan pola pengelolaan stok ini menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga kualitas beras yang beredar melalui program pemerintah. SPHP sendiri menggunakan beras medium sebagai instrumen untuk menjaga pasokan sekaligus keterjangkauan harga beras bagi masyarakat pada 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








