AKURAT.CO Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Yoga Aribowo, menilai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran tidak membutuhkan air dalam jumlah besar dalam pengoperasiannya, selain untuk kebutuhan domestik dan operasional fasilitas.
“Setelah memproduksi listrik, PLTP tidak akan ada lagi kebutuhan air yang besar, paling hanya untuk domestik kantor atau mess, dan fasilitas lain. Itu kebutuhan airnya tidak akan signifikan,” kata Yoga.
Menurut Yoga, kebutuhan air dalam pengembangan panas bumi merupakan bagian dari kebutuhan teknis yang telah diperhitungkan operator.
Baca Juga: Pakar UNDIP: PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Dorong Ekonomi dan Kualitas Lingkungan
“Pada tahap pengeboran, kebutuhan air dapat mencapai sekitar 100–200 meter kubik per hari, bergantung pada kedalaman dan kondisi pengeboran,” katanya.
Sumber air, kata Yoga, dapat direncanakan dari sumber yang tidak digunakan masyarakat, termasuk akuifer dalam, atau melalui penampungan terlebih dahulu. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas sumber air eksisting.
“Bisa dengan mengambil air dari akuifer dalam, ratusan meter, yang tidak digunakan warga, atau terlebih dahulu membuat pond,” ujarnya.
Yoga menjelaskan sekitar 95% fluida yang diproduksikan dari reservoir panas bumi berupa air.
“Fluida tersebut mengandung sejumlah mineral terlarut seperti natrium, kalium, magnesium, klorida, sulfat dan bikarbonat, serta unsur seperti litium dan boron dalam konsentrasi lebih rendah,” ujarnya.
Menurutnya, fluida panas bumi dapat dikelola melalui treatment dan reinjeksi sehingga tidak memengaruhi kualitas air permukaan maupun air dekat permukaan. Secara hidrologis, reservoir panas bumi dan akuifer air tanah juga merupakan sistem yang berbeda.
Di sisi lain, Yoga menilai PLTP Gunung Ungaran berpotensi membantu menekan emisi sektor ketenagalistrikan. Ia menyebut emisi CO2 PLTP sekitar 100 gram per kWh, jauh di bawah PLTU batu bara yang mencapai sekitar 900 gram per kWh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








