PLN Siapkan Listrik Hijau Terverifikasi untuk Industri RI

AKURAT.CO PT PLN (Persero) berkomitmen terus memperkuat solusi layanan listrik hijau terverifikasi guna menjaga daya saing industri nasional di tengah makin ketatnya standar dekarbonisasi global.
Langkah ini memastikan ketersediaan pasokan listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang kredibel, akuntabel, dan bersih, sehingga produk-produk asal Indonesia tetap kompetitif serta diterima dengan baik di pasar internasional.
Komitmen tersebut dipertegas melalui kolaborasi PLN bersama mitra strategis, seperti Climate Group (RE100), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Rumah PATEN.
Baca Juga: PLN Gandeng RE100, Permintaan Energi Hijau dari Industri Makin Besar
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy menjelaskan bahwa keterlibatan para mitra dan pakar lingkungan global sangat krusial untuk memastikan seluruh klaim penggunaan energi terbarukan oleh pelanggan industri tidak diragukan.
"Kehadiran dari Climate Group, Rumah PATEN, hingga WRI ini untuk membentuk ekosistem di mana PLN memastikan energi hijau yang dihasilkan itu clean, baik dari sisi administrasi, kepastian sumber, hingga keterlacakan. Kita tidak ingin hanya menghasilkan selembar kertas atau sertifikat yang harus dibayar tapi tidak sesuai kredibilitas,” kata Rozy, Sabtu (10/10/2026).
Inisiatif PLN dalam memperkuat pasokan dan infrastruktur EBT ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dan agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mendorong swasembada energi serta hilirisasi nasional.
Direktur Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Toni Susandy mengungkapkan bahwa potensi EBT nasional yang melebihi 3.600 Gigawatt (GW) dan porsi EBT 61% (pembangkit listrik) dalam RUPTL 2025–2034 menjadi modal kuat menopang dekarbonisasi sektor industri.
"Ketika perusahaan meningkatkan penggunaan energi terbarukannya, mereka tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga menciptakan demand yang memberi sinyal positif kepada developer dan investor. Dekarbonisasi industri tidak harus dipandang sebagai cost of doing business, melainkan investasi strategis untuk menjaga daya saing industri di masa depan," ujar Toni.
Baca Juga: Gas Natuna Segera Masuk Batam, PLN EPI Rampungkan Gas-In Pipa WNTS
Sementara itu, Executive Chairperson Indonesia Energy Transition Implementation Joint Office (IETJO / Rumah PATEN), Edo Mahendra mengapresiasi langkah PLN yang mengagregasikan permintaan listrik hijau (green demand) skala besar dengan melihat kebutuhan industri secara holistik.
“Saya mengapresiasi PLN yang tidak hanya melihat dari sisi supply, tetapi melompat melihat demand lalu mengagregasikannya. Selama ada kepastian, kejelasan, dan stabilitas, arus pendanaan akan mengalir masuk," tutur Edo.
Melalui ketersediaan solusi energi hijau yang terverifikasi secara global, PLN optimistis dapat mengawal industri nasional menghadapi gelombang dekarbonisasi sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau di kawasan regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







