Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan 120 pada 2027, Ini Tantangannya

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menargetkan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai minimal 120 pada 2027. Target tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah karena NTN nasional pada September 2026 tercatat sebesar 108,85, turun dibandingkan bulan sebelumnya.
Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satu langkah yang didorong adalah memperkuat penegakan hukum di sektor kelautan.
"Target kita, Pak Menteri Kelautan, ditargetkan oleh Bapak Presiden, tahun ini dan tahun depan untuk melakukan suatu terobosan besar-besaran agar nilai tukar (nelayan) ini bisa meningkat," kata Zulhas dalam acara peresmian dan peluncuran Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) di Kantor KKP, Jakarta, Senin (12/11/2026).
Baca Juga: Kapal Listrik PIS Bikin Nelayan Kelan Lebih Hemat, Pendapatan Ecotrip Ikut Tumbuh
Dirinya menyebut pemerintah menginginkan NTN yang sebelumnya berada di kisaran 103 dapat meningkat menjadi minimal 120 pada tahun depan. "Dari 103, minimal tahun depan sudah bisa 120," ujarnya.
Berdasarkan laporan kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, NTN pada 2025 mencapai 103,86. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 101,76, tetapi masih berada di bawah target 2025 sebesar 105.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan NTN nasional pada September 2026 mencapai 108,85, turun 0,17% dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 109,04.
Penurunan tersebut terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima nelayan sebesar 0,62% lebih rendah daripada kenaikan indeks harga yang dibayar nelayan sebesar 0,79%.
NTN merupakan indikator yang membandingkan indeks harga yang diterima nelayan dengan indeks harga yang dibayar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya usaha penangkapan ikan.
Secara umum, kenaikan NTN menunjukkan bahwa daya beli atau posisi tukar nelayan membaik, sedangkan penurunan NTN mengindikasikan tekanan pada posisi tersebut.
Zulhas menilai peningkatan kesejahteraan nelayan tidak cukup hanya mengandalkan program ekonomi. Pemerintah juga perlu menjaga sumber daya kelautan agar manfaat ekonominya dapat dinikmati masyarakat Indonesia. "Ada kampung nelayan dan lain-lain. Nah, salah satu faktor itu adalah penegakan hukum," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







