Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Limbah Minyak Jadi Bahan Baku Biofuel

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) dan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) menjajaki potensi pemanfaatan Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Murazandan Direktur Utama PAL Jaya Untung Suryadi di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Murazan menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari langkah nyata perusahaan dalam mendorong transisi energi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Balapan, Pertamina Ungkap Misi Besar di Balik MotoGP Mandalika 2026
“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” kata Oki, Rabu (14/10/2026).
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk menjajaki peluang pemanfaatan FOG yang dihasilkan dan/atau dikelola PAL Jaya sebagai sumber bahan baku alternatif untuk pengembangan biofuel. Inisiatif ini membuka peluang sinergi antara sektor energi dan pengelolaan air limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat ekonomi sirkular, yaitu memandang limbah bukan sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.
Baca Juga: Pertamina dan Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen untuk Transportasi Rendah Karbon
Dengan menjajaki FOG sebagai bahan baku alternatif, kedua pihak berupaya melihat bagaimana limbah yang selama ini perlu dikelola dapat diarahkan menjadi sesuatu yang bernilai bagi sektor energi.
Bagi Pertamina, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan low-carbon business melalui optimalisasi potensi sumber daya alternatif. Pendekatan waste to energy membuka peluang untuk mengidentifikasi pemanfaatan limbah yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi rendah karbon.
Melalui kerja sama ini, Pertamina dan PAL Jaya akan mengkaji lebih lanjut potensi pemanfaatan FOG sebagai bahan baku biofuel. Hasil penjajakan diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut.
Penjajakan juga sekaligus membuka potensi penciptaan nilai tambah dari pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Melalui proses pengkajian ini, kedua pihak dapat memahami potensi yang ada sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








