Industri Kaca RI Tumbuh 8,8 Persen, Kapasitas Produksi Tembus 2,92 Juta Ton

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus berkomitmen memperkuat struktur industri manufaktur dalam negeri sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Di tengah dinamika dan tantangan geoekonomi global, sektor Industri Pengolahan Non-Migas (IPNM) tetap mencatatkan kinerja positif dan berada pada zona ekspansi.
Menteri Perindustrian. Muhammad Sarmuji menyampaikan, pertumbuhan IPNM pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,32% (YoY), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada tingkat 5,29%.
Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 16,83% terhadap PDB nasional atau setara Rp1.102,88 triliun pada Triwulan II-2026, serta menyumbang 82,40% dari total nilai ekspor nasional pada periode Januari-Agustus 2026 dengan nilai USD159,55 miliar.
“Capaian tersebut menunjukkan ketahanan dan daya saing sektor industri pengolahan yang terus terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Kinerja ini salah satunya didukung oleh subsektor industri barang galian bukan logam, termasuk industri kaca, yang mencatat pertumbuhan sebesar 8,8%,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: KP2MI dan Kemenperin Perluas Pelatihan Calon Pekerja Migran
Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Xinyi Glass Indonesia di Kawasan Industri JIIPE KEK Gresik, Jawa Timur, Sarmuji menyampaikan industri kaca lembaran nasional memiliki potensi pengembangan yang sangat besar, terutama karena ketersediaan pasokan bahan baku mineral lokal seperti pasir silika, limestone, dan dolomit.
Berdasarkan data SIINas, pada tahun 2025 kapasitas produksi terpasang industri kaca lembaran nasional mencapai 2,92 juta ton per tahun dari 4 perusahaan (5 pabrik) dengan realisasi produksi 1,95 juta ton dan tingkat utilisasi sekitar 67%.
Angka kapasitas terpasang tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 1,34 juta ton per tahun. Dalam hal ini, kehadiran PT Xinyi Glass Indonesia memberikan kontribusi signifikan sebesar 27,5% terhadap total kapasitas produksi terpasang nasional.
Baca Juga: Wajib Halal Oktober 2026, Kemenperin Siapkan Pendampingan bagi Industri
Kemenperin mengapresiasi kontribusi investasi tersebut yang dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas produksi, memperkuat substitusi impor, serta memperluas pengembangan teknologi dan produk kaca bernilai tambah tinggi.
“Industri kaca lembaran nasional memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan sektor konstruksi, properti, dan otomotif. Peningkatan pembangunan infrastruktur, perumahan nasional, serta produksi kendaraan bermotor berpotensi besar meningkatkan permintaan kaca lembaran di dalam negeri,” ujar Sarmuji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








