Begini Cara Elvy Sukaesih Saling Hargai Pencipta Lagu

AKURAT.CO Pedangdut Elvy Sukaesih menanggapi terkait kontroversi yang belakangan terjadi antara pencipta lagu dan penyanyi.
Baca Juga: Tiga Tahun Berseteru dengan Elvy Sukaesih, Wirdha Sylvia Sebut Belum Ada Upaya Damai
Elvy Sukaesih mengungkapkan jika dalam pembagian royalti, terdapat dua bagian yakni rekaman dan pertunjukkan.
"Jadi memang kalau royalti ada royalti rekaman, ada royalti pertunjukan, tapi memang ini ada baiknya, tapi harus yang benar," ujar Elvy Sukaesih saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).
"Jadi konser yang besar, yang pakai tiket, saya selalu menyebutkan ini penciptanya ini, penciptanya ini," sambungnya.
Elvy Sukaesih juga berpendapat jika dalam pertunjukkan yang skala kecil, tak memungkinkan untuk meminta izin pencipta lagu.
Beda lagi jika dalam bentuk konser besar. Menurutnya, itu menjadi kewajiban untuk meminta izin.
"Jadi memang kalau off air sunatan, masa kita mesti izin sama pencipta, kan enggak mungkin. Tapi kalau konser besar, kita berbagilah. Jadi yang namanya pencipta dan penyanyi memang saling take and give, ya. Jadi, harus saling membantu," bebernya.
Baca Juga: Sembuh dari Covid-19, Elvy Sukaesih Masih Isolasi Mandiri Selama Tiga Hari
Elvy juga menilai, apa yang terjadi saat ini sebaiknya memiliki aturan yang lebih baik.
Terlebih, antara pencipta lagu dan penyanyi saling berkaitan juga membutuhkan.
"Tetap coba dirapihin yang benar, supaya juga mereka bisa menikmati dengan baik karena kita seniman enggak bisa marah. Kita mesti terbuka hati besar, rezeki kita semua ada di situ. Untuk pencipta, supaya pencipta juga harus dihargai. Makanya, saya selalu sebutin, ini penciptanya siapa-siapa karena itu karyanya," jelasnya.
"Seorang pencipta juga membutuhkan untuk lagunya dipopulerkan oleh seorang penyanyi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







