Kedepankan Jalur Damai, Pandji Pragiwaksono Harap Kasus Adat Toraja Selesai

AKURAT.CO, Komika kondang Pandji Pragiwaksono kembali memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Senin, 9 Maret 2026.
Kehadirannya kali ini bertujuan untuk memberikan keterangan tambahan terkait dugaan penghinaan terhadap adat Toraja, sebuah kasus yang telah menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam pemeriksaan kedua ini, penyidik mendalami keterlibatan Pandji dalam prosesi adat yang sebelumnya telah dia jalani di Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Sidang Adat Toraja Jadi Jalan Damai Polemik Materi Lawas Pandji Pragiwaksono
Pandji memaparkan bahwa pertanyaan yang diajukan kepadanya berpusat pada status kehadirannya dan kesepakatan yang telah dicapai bersama tokoh adat setempat.
"17 ya (pertanyaan), kalau enggak salah. Terkait kehadiran saya di Toraja ketika saya melaksanakan sidang adat Toraja. Pertanyaannya seputar itu dan klarifikasi sudah diberikan oleh saya," ujar Pandji di Mabes Polri.
Meskipun harus melalui proses hukum yang cukup menyita waktu, Pandji mengaku tetap tenang karena merasa telah menyelesaikan kewajibannya secara kultural.
"Enggak, semuanya terkait sidang adat aja. Harapannya sih memang itu yang kemudian dikedepankan, restorative justice-nya, karena kan antara saya dengan perwakilan sah dan legitimasi dari masyarakat Toraja sudah terjadi," tuturnya.
Pandji menekankan pentingnya bagi penyidik untuk melihat sisi penyelesaian di tingkat masyarakat adat. Dia berharap agar proses restorative justice dapat diterapkan, mengingat hubungan antara dirinya dan masyarakat Toraja sebenarnya telah menemui kesepakatan.
"Mungkin tidak secara langsung ya. Hanya saja memang dibahas soal proses sidangnya, apa yang terjadi, apa yang disepakati," jelas Pandji kepada awak media mengenai materi pemeriksaannya.
Baca Juga: Festival Pemuda Toraja: OGM Sulsel Gelar Lomba Lagu Daerah Dan Talk Show
Keteguhan sikap Pandji terlihat dari caranya mengikuti setiap prosedur hukum tanpa rasa tertekan. Dia optimis bahwa komitmennya untuk menghargai tatanan adat akan membuahkan hasil positif.
"Saya sih sama saja dalam arti saya percaya bahwa semua ini akan ketemu titik terangnya. Saya lewati prosesnya saja. Saya percaya dengan proses yang berjalan," tegasnya.
Di akhir keterangannya, Pandji mengungkapkan rasa syukur karena telah diberikan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan para pemangku adat. Dia berharap kepolisian dapat mempertimbangkan langkah-langkah perdamaian yang sudah dia tempuh sebelumnya.
"Moga-moga kasusnya bisa cepat selesai. Saya bersyukur bahwa dibukakan jalan untuk bertemu dengan masyarakat adat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








