Nafkah Anak Mandek Berbulan-bulan, Ruben Onsu Terancam Dilaporkan Atas Kasus Penelantaran

AKURAT.CO Konflik pasca-perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu mendadak memasuki babak baru yang semakin memanas.
Isu mengenai kewajiban nafkah untuk buah hati mereka yang kabarnya telah dihentikan oleh Ruben kini menjadi sorotan tajam publik.
Kuasa hukum anyar yang ditunjuk Sarwendah, Jaenudin, membeberkan bahwa rincian nominal nafkah anak sebenarnya belum terakomodasi secara terperinci, baik dalam amar putusan pengadilan maupun kesepakatan Akta 39.
Baca Juga: Mediasi Buntu, Sidang Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Digelar 2 September
Kondisi ini memberikan celah hukum yang sangat kuat bagi Sarwendah untuk melayangkan gugatan resmi secara terpisah.
"Nafkah anak yang selama ini diributkan Rp200 juta itu di akta enggak ada. Jadi Sarwendah bisa melakukan gugatan nafkah. Itu perlu digugat karena buat masa depan anak," ungkap Jaenudin saat ditemui di kawasan Bojongsari, Depok, baru-baru ini.
Menanggapi isu yang berembus bahwa pihak Ruben disinyalir menahan dana nafkah akibat merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya, Jaenudin memberikan sentilan menohok.
Menurutnya, pemenuhan hak dasar anak adalah hal mutlak yang tidak boleh dijadikan alat tawar-menawar dalam perselisihan antar-orang tua.
"Tidak ada alasannya nafkah anak ditahan gara-gara tidak ada rincian atau sulit bertemu. Gimana kalau misalnya Sarwendah tidak punya kemampuan? Ya itu, anak-anak kasihan sekali," katanya.
Tak sekadar menggertak, Jaenudin menegaskan bahwa tindakan menghentikan pemenuhan kebutuhan anak dalam kurun waktu panjang memiliki konsekuensi hukum yang amat serius.
Jika penahanan nafkah terus berlarut-larut hingga berbulan-bulan, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk tindak pidana penelantaran anak.
"Itu (penelantaran anak) bisa diperkarakan kalau Sarwendah mau. Tapi ya mungkin belum sejauh itu lah ya. Harusnya publik melihat itu, kalau tidak dikasih nafkah seperti apa rasanya?" tambah Jaenudin.
Baca Juga: Mediasi Perceraian Buntu, Sarwendah Pasrah Jadi Pihak yang Selalu Salah
Meski peluang untuk menempuh jalur pidana terbuka lebar, pihak Sarwendah saat ini masih mencermati perkembangan situasi sembari mengimbau agar tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak tetap diprioritaskan di atas konflik pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






