Aksi “BULLYCON” Gemparkan CFD Sudirman: Rubicon Terbang Jadi Simbol Perlawanan Kesewenangan

AKURAT.CO, Suasana Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Minggu pagi 30 November 2025 mendadak berubah menegangkan.
Ribuan warga yang sedang berolahraga terkejut ketika melihat sebuah kendaraan mirip Rubicon masuk ke area yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor.
Teriakan “STOP! STOP! STOP BULLYING!” menggema, disertai klakson nyaring menyerupai sirene motor polisi.
Baca Juga: Jeep Wrangler Rubicon Mario Dandi Dilelang Lebih Rendah Usai Tak Laku, Cuma Rp700 Juta
Kepanikan pecah. Banyak warga bertanya-tanya bagaimana mungkin mobil sejenis Rubicon bisa menerobos kerumunan di CFD sebuah momen yang mengingatkan publik pada kasus viral yang pernah menyulut amarah masyarakat.
Namun beberapa detik kemudian, situasinya berubah drastis.
Mobil itu ternyata tidak menyentuh tanah.
Dari sela-sela kerumunan, tampak sejumlah orang mengangkat struktur menyerupai Rubicon tersebut.
Kendaraan itu rupanya hanyalah properti ringan yang digotong belasan relawan sambil meneriakkan pesan anti-perundungan.
Saat warga mulai berani mendekat, tulisan besar pada sisi mobil tersebut akhirnya terbaca jelas: "OZORA: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel."
Aktivasi bertajuk BULLYCON ini merupakan rangkaian promosi jelang perilisan Fillm Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel karya Umbara Brothers Film yang akan tayang 4 Desember 2025.
Baca Juga: Mario Dandy Sulit Bayar Restitusi Ke David Ozora Rp 100 Miliar
Sutradara Anggy Umbara memilih menghidupkan kembali simbol kontroversial itu sebagai pengingat bahwa ketidakadilan tidak boleh dianggap sebagai sekadar fenomena viral.
“Kalau dulu mobil ini bisa bebas bergerak tanpa konsekuensi, sekarang biar publik melihatnya langsung. Ada hal-hal yang tidak boleh kita lupakan begitu saja,” ujar Anggy Umbara, Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, Bullycon adalah bentuk sikap untuk menolak diam terhadap ketidakadilan yang berulang, terutama ketika terjadi karena kesewenangan pihak berkuasa.
Aksi ini sekaligus menyoroti pesan utama Film Ozora: bahwa bullying tidak hanya terjadi antarindividu. Dia dapat muncul dari struktur kekuasaan dari aparat yang bertindak semena-mena, dari lingkungan keluarga yang mewariskan kekerasan, hingga dari sistem hukum yang tidak berpihak pada korban.
Bullycon mengajak masyarakat melihat bahwa bullying bukan sekadar perilaku, tetapi struktur yang melanggengkan ketimpangan, dan ketika kekuasaan terlibat, dampaknya bisa sangat luas.
Pengunjung CFD mendapat kesempatan mendekat dan mengamati langsung mobil replika yang menjadi simbol ketimpangan hukum.
Banyak yang kemudian berdiskusi, mengabadikan momen, dan merenungkan kembali bagaimana sebuah peristiwa dapat meninggalkan jejak trauma kolektif.
Aksi ini menjadi seruan bahwa perundungan dan ketidakadilan bisa bermula dari mana saja, dari lingkungan kecil hingga pusat kekuasaan dan hanya bisa dihentikan ketika publik terlibat aktif mengawasi dan mengingat.
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






