Akurat Logo

Sinopsis Film Wings of Dread, Duel Iko Uwais vs Ashton Chen di Pesawat

Nurma Nafisa Faradilla | 30 Agustus 2026, 18:00 WIB
Sinopsis Film Wings of Dread, Duel Iko Uwais vs Ashton Chen di Pesawat
Film Wings of Dread. - YouTube/ CINEMA 21

AKURAT.CO Film Wings of Dread menjadi salah satu film China terbaru yang menawarkan cerita penuh ketegangan tentang pembajakan pesawat. Film aksi ini mempertemukan aktor laga Indonesia Iko Uwais dengan Ashton Chen dalam sebuah pertarungan hidup dan mati di dalam kabin pesawat.

Dalam Wings of Dread, Iko Uwais berperan sebagai Paquet, pemimpin kelompok kriminal yang mengambil alih sebuah penerbangan komersial. Sementara itu, Ashton Chen tampil sebagai Gu Chaoyang, seorang air marshal yang harus menghadapi para pembajak dan berusaha menyelamatkan seluruh penumpang.

Baca Juga: Operasi Pesta Copet: Sinopsis, Pemain, dan Fakta Menarik Filmnya

Film ini mengandalkan ruang pesawat yang terbatas sebagai arena utama pertarungan. Kondisi tersebut membuat aksi laga terasa semakin intens karena setiap gerakan dapat menentukan keselamatan para penumpang.

Sinopsis Film Wings of Dread

Cerita Wings of Dread bermula ketika sebuah penerbangan komersial yang sedang dalam perjalanan menuju China tiba-tiba berubah menjadi situasi mencekam. Pesawat yang seharusnya membawa para penumpang menuju tujuan justru dikuasai oleh sekelompok kriminal.

Paquet yang diperankan Iko Uwais memimpin aksi pembajakan tersebut. Bersama komplotannya, ia mengambil alih pesawat dan menyandera para penumpang di tengah penerbangan.

Situasi semakin berbahaya karena pesawat berada di ketinggian sekitar 30.000 kaki. Para penumpang tidak memiliki banyak pilihan untuk melarikan diri, sementara para pembajak memegang kendali atas situasi di dalam kabin.

Di tengah kekacauan tersebut, Gu Chaoyang yang diperankan Ashton Chen berusaha mengambil tindakan. Ia merupakan seorang petugas kepolisian udara atau air marshal yang kebetulan berada di dalam penerbangan.

Baca Juga: Indeks Kejahatan di ASEAN

Dengan mengandalkan kemampuan dan profesionalismenya, Chaoyang berusaha menghentikan kelompok bersenjata tersebut. Misinya tidak hanya menangkap para pembajak, tetapi juga memastikan seluruh penumpang dapat keluar dari situasi berbahaya dengan selamat.

Pertarungan antara Chaoyang dan Paquet pun tidak dapat dihindari. Ruang kabin yang sempit menjadi arena duel antara dua karakter dengan kemampuan bela diri berbeda.

Duel Iko Uwais dan Ashton Chen

Salah satu daya tarik utama Wings of Dread adalah pertemuan dua aktor yang memiliki latar belakang berbeda dalam seni bela diri.

Iko Uwais dikenal melalui kemampuan pencak silat dan berbagai perannya dalam film laga. Sementara Ashton Chen merupakan aktor yang sejak kecil sudah dikenal melalui film-film kungfu.

Pertemuan keduanya menghadirkan pertarungan yang memadukan gaya bela diri khas masing-masing. Iko Uwais membawa unsur pencak silat, sedangkan Ashton Chen menampilkan kemampuan kungfu dalam menghadapi para pembajak.

Konfrontasi tersebut menjadi bagian penting dalam cerita karena keduanya harus bertarung di ruang terbatas tanpa banyak ruang untuk bergerak.

Siapa Ashton Chen di Film Wings of Dread?

Ashton Chen merupakan aktor asal China yang sudah lama dikenal penonton, terutama karena kiprahnya sejak masih menjadi aktor cilik.

Namanya populer melalui seri Shaolin Popey, ketika ia tampil bersama Steven Hao yang dikenal lewat karakter Boboho. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Ashton Chen di industri perfilman.

Dalam Wings of Dread, Ashton Chen tidak hanya menjadi pemeran utama. Ia juga terlibat sebagai sutradara bersama Qin Pengfei.

Baca Juga: Menang KO di Ronde 9, Filip Hrgovic Sebut Gaya Bertarung Moses Itauma Seperti Petinju Amatir

Keterlibatannya di belakang kamera membuat film ini menjadi proyek yang cukup menarik dalam perjalanan karier Ashton Chen, terutama karena ia sekaligus memainkan karakter penting dalam cerita.

Iko Uwais Jadi Pemimpin Pembajakan

Dalam film ini, Iko Uwais tampil dengan karakter yang berbeda dari sejumlah peran laga sebelumnya. Ia berperan sebagai Paquet, sosok yang menjadi pemimpin aksi pembajakan pesawat.

Paquet digambarkan sebagai karakter yang berbahaya dan menjadi lawan utama Gu Chaoyang. Keberadaan karakter tersebut membuat konflik utama film berpusat pada upaya menghentikan pembajakan sebelum situasi semakin buruk.

Peran Iko Uwais juga menjadi salah satu alasan film ini menarik perhatian penonton Indonesia. Aktor yang dikenal lewat sejumlah film laga internasional tersebut kembali menunjukkan kemampuan bertarungnya dalam produksi film China.

Fakta Menarik Wings of Dread

1. Mengangkat tema pembajakan pesawat

Berbeda dari film laga yang mengambil latar darat, Wings of Dread menjadikan pesawat sebagai lokasi utama cerita. Konflik pembajakan membuat suasana film terasa lebih menegangkan karena para karakter berada di ruang tertutup selama penerbangan.

2. Mempertemukan Iko Uwais dan Ashton Chen

Film ini menghadirkan duel antara Iko Uwais dan Ashton Chen. Keduanya memiliki latar belakang seni bela diri sehingga pertarungan menjadi salah satu elemen yang paling dinantikan.

3. Ashton Chen menjadi pemeran sekaligus sutradara

Ashton Chen tidak hanya tampil di depan kamera. Ia juga menjadi salah satu sutradara Wings of Dread bersama Qin Pengfei.

4. Berdurasi 86 menit

Wings of Dread memiliki durasi sekitar 1 jam 26 menit. Dengan durasi tersebut, film berfokus pada konflik utama dan rangkaian aksi yang berlangsung selama penerbangan.

5. Tayang di bioskop Indonesia

Film Wings of Dread mulai tayang di bioskop Indonesia pada 28 Agustus 2026 sebelum kemudian hadir melalui layanan streaming.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Tak Boleh Dibahas dalam 'Ruang Gelap', Masyarakat Harus Ikut Kawal

Wings of Dread Tayang Kapan?

Wings of Dread tayang di bioskop Indonesia mulai 28 Agustus 2026. Film ini menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai genre aksi, bela diri, dan cerita menegangkan dengan latar pembajakan pesawat.

Kehadiran Iko Uwais dan Ashton Chen menjadi daya tarik tersendiri, terlebih keduanya memiliki kemampuan bela diri yang kemudian ditampilkan melalui duel di dalam kabin pesawat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.