Bakal Digelar November, The 49th Jazz Goes to Campus Bawa Musik Jazz Lebih Inklusif

AKURAT.CO Gelaran festival musik jazz tertua di Indonesia, Jazz Goes to Campus (JGTC), siap kembali hadir dalam penyelenggaraannya yang ke-49.
Mengangkat tema “Resonating Jazz through Every Soul," gelaran ini akan menghadirkan puluhan musisi Tanah Air yang siap menghibur para pecinta musik.
Baca Juga: Java Jazz 2026 Tinggalkan Kesan Manis di NICE PIK 2, Rayi RAN Puji Venue hingga Kuliner
Ketua Pelaksana The 49th JGTC, Andra Achmad Daradjatun, menjelaskan bahwa tema tahun ini membawa misi untuk mendekatkan musik jazz ke kehidupan sehari-hari masyarakat serta mengikis stigma eksklusif yang selama ini melekat pada genre tersebut.
"Kami percaya musik jazz bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jazz bukan sekadar genre musik, melainkan sebuah nilai dan sikap—seperti semangat berkolaborasi dan beradaptasi. Melalui rangkaian pre-event dan puncak festival nanti, kami ingin meresonansikan jiwa jazz kepada seluruh penikmat musik dan masyarakat luas," ujar Andra saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Rangkaian persiapan JGTC ke-49 telah berjalan sejak Maret lalu dengan menghadirkan sejumlah pre-event, di antaranya di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, PEN Jakarta Selatan, hingga fX Sudirman.
Ketua Badan Pengawas Forum Jazz Indonesia, Chico Hindarto, mengapresiasi konsistensi JGTC yang telah menjadi wadah regenerasi musisi jazz selama hampir lima dekade. Ia menyoroti pentingnya menjaga identitas unik (diferensiasi) JGTC di tengah maraknya festival musik di Jakarta.
"JGTC memiliki rekam jejak panjang dalam pencarian talenta baru, salah satunya lewat band competition. Ke depan, JGTC perlu terus memperkuat signature-nya, seperti melibatkan komunitas-komunitas jazz lokal dan merangkul talenta muda berbakat agar cakupannya semakin luas," tutur Chico.
Pendiri JGTC, Candra Darusman, turut mengenang awal mula hadirnya festival ini pada tahun 1970-an. Ia mengungkapkan bahwa JGTC lahir dari semangat membumikan jazz agar accessible bagi mahasiswa dan publik umum.
"Semangat dasar JGTC adalah kebebasan berekspresi dan berpikir out of the box, yang sangat sesuai dengan jiwa mahasiswa. Selain menjadi hiburan, kepanitiaan JGTC juga menjadi ruang pembelajaran organisasi yang nyata bagi para mahasiswa," ungkap Candra.
Penyelenggaraan konferensi pers di Balai Kota ini juga mendapat sambutan hangat dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo.
Baca Juga: Libur Panjang ke PIK dan PIK2, Ada Java Jazz hingga Pertunjukan Tepi Laut
Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap ruang berekspresi anak muda, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI selaku penyelenggara.
Pramono bahkan mengusulkan kolaborasi yang lebih besar untuk menyambut gelaran JGTC ke-50 yang bertepatan dengan ulang tahun Kota Jakarta ke-500 mendatang.
"Jakarta adalah kota yang sangat terbuka bagi beragam aktivitas seni dan budaya. Untuk tahun depan, saat JGTC memasuki edisi ke-50 dan Jakarta merayakan usia 500 tahun, kami merencanakan kolaborasi agar JGTC dapat menyapa penikmat musik di 5 wilayah kota Jakarta," pungkas Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








