AC Portable vs AC Konvensional, Simak Perbedaannya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Anda?

AKURAT.CO Ketika memilih pendingin ruangan, ada dua opsi yang sering dibandingkan yakni AC portable dan AC konvensional (split atau window AC). Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama, ada beberapa perbedaan dalam hal pemasangan, kinerja, dan efisiensi.
Baca Juga: Hebat, Tiga Siswi SD Ini Ciptakan AC Portable
Jadi, supaya Anda bisa menentukan untuk menggunakan AC konvensional atau portable, simak dulu penjelasan berikut ini.
Apa Itu AC Portable?
AC portable adalah unit pendingin udara yang bisa dipindahkan dengan mudah dari satu ruangan ke ruangan lain. AC tipe ini tidak memerlukan instalasi permanen.
Anda hanya perlu menyambungkannya ke stop kontak dan mengarahkan selang pembuangan udara panas ke luar ruangan, biasanya melalui jendela. Sehingga, cocok untuk ruangan kecil atau penggunaan fleksibel, seperti apartemen, kamar kos, atau bahkan ruang kerja yang berpindah-pindah.
Apa Itu AC Konvensional?
AC Konvensional mencakup AC split dan window.
AC split terdiri dari unit indoor maupun outdoor, yang dihubungkan oleh pipa refrigeran dan memerlukan pemasangan permanen. Sementara itu, AC window adalah unit tunggal yang dipasang di lubang jendela atau dinding. Keduanya lebih umum digunakan untuk mendinginkan ruangan yang lebih besar dan bersifat tetap.
Baca Juga: Ngeri! Tidur Di Mobil Dengan AC Menyala, Pemudik Wajib Tahu
Perbedaan AC Portable dan AC Konvensional
Meskipun sama-sama merupakan pendingin udara, ada perbedaan antara tipe AC konvensional dan portable, berikut penjelasannya.
1. Pemasangan dan Portabilitas
AC portable memiliki kelebihan dalam hal kemudahan pemasangan karena cukup ditempatkan di ruangan yang diinginkan, dicolokkan ke listrik, dan diatur selang pembuangan udaranya tanpa memerlukan bantuan teknisi.
Sebaliknya, AC konvensional membutuhkan pemasangan permanen yang biasanya dilakukan oleh teknisi profesional, melibatkan pengeboran dinding, pemasangan pipa refrigeran, hingga penempatan unit luar, sehingga tidak mudah dipindahkan setelah terpasang.
2. Efisiensi Pendinginan
Tipe AC portable cocok untuk ruangan kecil hingga sedang. Karena kemampuannya yang terbatas dan harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi udara panas yang masuk dari celah jendela tempat selang pembuangan dipasang. Sementara itu, AC konvensional lebih efektif untuk mendinginkan ruangan besar secara merata karena unit outdoor yang membantu membuang panas dengan lebih baik, sehingga suhu ruangan lebih cepat stabil.
3. Konsumsi Listrik
AC portable cenderung mengonsumsi listrik lebih tinggi dibanding AC konvensional karena harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu, yang dapat mempengaruhi tagihan listrik bulanan. Sebaliknya, AC konvensional, terutama tipe AC split dengan teknologi inverter, lebih hemat energi karena kompresor dapat menyesuaikan kecepatan sesuai kebutuhan.
4. Harga dan Biaya Perawatan
Umumnya AC portable memiliki harga lebih murah dibanding AC Konvensional. Tetapi memerlukan perawatan lebih sering karena Anda harus rutin membersihkan filter dan membuang air kondensasi yang terkumpul di dalam tangki. Sementara, AC konvensional harga awalnya yang lebih mahal karena ada biaya pemasangan. Namun perawatannya lebih sederhana dan biasanya dilakukan saat servis berkala.
Selain itu, beberapa model juga dilengkapi fitur pembersihan otomatis yang memudahkan perawatan.
5. Kebisingan
AC portable cenderung lebih berisik karena kompresor dan kipas berada dalam satu unit di dalam ruangan. Sehingga menghasilkan suara dengungan yang bisa mengganggu kenyamanan, terutama saat beristirahat. Sebaliknya, AC konvensional, khususnya tipe AC split, lebih senyap karena kompresornya diletakkan di luar ruangan. Sehingga unit indoor hanya mengeluarkan suara kipas yang lembut dan lebih nyaman digunakan di kamar tidur atau ruang keluarga.
AC portable maupun AC konvensional memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Jika Anda mencari pendingin udara yang fleksibel, mudah dipindahkan, dan tidak memerlukan instalasi rumit, AC portable bisa menjadi solusi praktis. Sebaliknya, jika Anda menginginkan pendingin ruangan yang lebih efektif, hemat energi, dan senyap untuk penggunaan jangka panjang, AC konvensional patut untuk dipertimbangkan.
Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan kondisi ruangan Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








