Fenomena Satwa Liar Masuk Permukiman: Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Fenomena masuknya satwa liar ke permukiman warga belakangan ini semakin sering terjadi dan menimbulkan kekhawatiran.
Kejadian ini bukan hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga membahayakan satwa liar itu sendiri.
Memahami penyebab dan cara mengatasinya menjadi sangat penting untuk menciptakan harmoni antara manusia dan satwa liar.
Penyebab Satwa Liar Masuk Permukiman
Masuknya satwa liar ke permukiman dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kerusakan habitat alami hingga interaksi dengan manusia.
1. Perusakan Habitat Alami
Kerusakan habitat alami menjadi penyebab utama satwa liar mencari makan dan perlindungan di luar wilayah jelajahnya.
Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) DKI Jakarta menyatakan bahwa berkurangnya luas hutan adalah pemicu kemunculan hewan di pemukiman.
Pembangunan infrastruktur yang pesat sering kali membutuhkan lahan terbuka yang luas, yang berujung pada deforestasi dan degradasi habitat satwa liar.
Di Indonesia, angka deforestasi mencapai 120.705,8 hektar hutan antara tahun 2020-2021.
Hilangnya hutan seluas 12,5 juta hektar dalam 10 tahun terakhir dan deforestasi 257.384 hektar pada tahun 2023 saja telah menyebabkan satwa kehilangan rumahnya.
Contohnya, gajah sumatera kehilangan 70% habitatnya dalam 25 tahun, dan gajah kalimantan kehilangan 16% habitatnya antara 2003-2010.
2. Hilangnya Sumber Makanan dan Air
Satwa liar seringkali masuk ke pemukiman karena hilangnya sumber makanan alami mereka di hutan, baik karena berkurangnya hutan atau musim kering.
Beruang madu, misalnya, terlihat mengais sampah di sekitar pasar karena kekurangan makanan di hutan.
Orangutan juga terpaksa memakan buah sawit karena daerah yang dulunya hutan telah berubah menjadi lahan kosong. Perburuan binatang liar juga menjadi penyebab konflik satwa di Aceh meningkat.
3. Perubahan Musim dan Bencana Alam
Perubahan musim, seperti musim hujan, dapat memicu satwa liar masuk ke pemukiman.
Arus air yang kuat saat musim hujan bisa membawa buaya ke daerah yang lebih hulu.
Bencana alam seperti tanah longsor, kebanjiran, dan kebakaran hutan juga dapat membuat hewan liar kalang kabut dan mencari perlindungan di lingkungan manusia.
4. Perilaku Manusia dan Lingkungan yang Kotor
Perilaku manusia turut menjadi penyebab satwa liar mendekat ke permukiman, seperti memberikan makan monyet yang justru membiasakan mereka kembali ke permukiman.
Lingkungan yang kotor dan tidak terurus juga mengundang hewan liar datang ke pemukiman warga.
Konflik antara manusia dan satwa liar seringkali dipicu oleh interaksi negatif, baik langsung maupun tidak langsung, yang merugikan kedua belah pihak.
Cara Mengatasi Fenomena Satwa Liar Masuk Permukiman
Mengatasi fenomena ini memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan pencegahan dan penanganan saat satwa liar sudah masuk permukiman.
1. Pencegahan Masuknya Satwa Liar
Mencegah satwa liar masuk adalah langkah terbaik dengan menghilangkan daya tarik bagi mereka.
2. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Pastikan tempat sampah tertutup rapat dan kebun bersih dari tumpukan kompos agar tidak menarik satwa liar.
Memangkas pohon yang terlalu rindang dan membersihkan setiap sudut rumah serta pekarangan juga penting untuk menghilangkan tempat persembunyian.
3. Mengelola Sumber Makanan dan Air
Periksa semua makanan dan bahan makanan di rumah, termasuk buah-buahan yang jatuh di pekarangan, dan simpan rapat-rapat.
Pastikan tidak ada genangan air dan saluran air bersih untuk mencegah perkembangbiakan serangga yang menarik hewan liar.
4. Menutup Akses Masuk
Satwa liar sering mencari ruang kosong untuk berlindung, jadi penting untuk menutup semua akses ke loteng atau ruang kosong lainnya di rumah.
5. Menggunakan Wewangian Menyengat
Wewangian yang menyengat di sekitar rumah dapat menangkal ular dan hewan liar lainnya.
6. Penanaman Tanaman Tidak Disukai Satwa
Menanam jenis tanaman yang tidak disukai monyet dan jenis komersial non-pangan dapat membantu mengurangi kehadiran mereka.
Penanganan Satwa Liar Sudah Masuk Permukiman
Jika satwa liar sudah masuk permukiman, penanganan yang bijaksana sangat diperlukan untuk keselamatan manusia dan satwa.
1. Tetap Tenang dan Jaga Jarak Aman
Saat bertemu orangutan liar, tetap tenang dan hindari suara keras atau gerakan tiba-tiba. Jaga jarak aman sekitar 10-15 meter dan menjauh secara perlahan.
2. Jangan Memberi Makan
Hindari memberi makan monyet atau satwa liar lainnya karena dapat membiasakan mereka kembali ke permukiman dan meningkatkan potensi konflik.
3. Menghubungi Pihak Berwenang
Segera laporkan penemuan satwa liar seperti orangutan ke petugas pemerintahan seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau Taman Nasional terdekat. Lembaga perlindungan satwa liar akan memiliki cara untuk mengamankan hewan yang terlihat mengancam atau membahayakan.
4. Teknik Penggiringan dan Pemagaran
Balai TNGC telah menerapkan metode penjagaan dan penggiringan satwa liar seperti babi hutan kembali ke habitatnya, serta pemagaran dengan jaring paranet di batas hutan.
Konflik antara manusia dan satwa liar adalah masalah kompleks yang menuntut pemahaman dan tindakan bijaksana dari semua pihak terkait. Upaya konservasi dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sangat diperlukan untuk menciptakan harmoni antara manusia dan satwa liar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




