AKURAT.CO Di tepi utara Tangerang, Desa Muara sore itu tampak lebih hidup dari biasanya. Angin dari arah laut membawa aroma asin, bercampur dengan suara tawa anak-anak yang mengalun di antara bangku-bangku kecil di halaman terbuka.
Di hadapan mereka, seorang relawan mengenakan seragam putih Tzu Chi, berdiri dengan buku bergambar di tangan.
Ia mulai bercerita—suara lembutnya menembus riuh angin dan menciptakan keheningan yang penuh perhatian.
Itu adalah pekan pertama kegiatan Pojok Literasi di bawah program CSR PIK2, berkolaborasi dengan Komunitas Relawan Tzu Chi–Agung Sedayu Group (ASG).
Temanya sederhana namun dalam: “Mari Mendongeng untuk Anak-anak.”
Satu di antara empat kegiatan bertema Sumpah Pemuda sepanjang Oktober 2025 yang menyalakan kembali gairah belajar anak-anak Muara melalui cara yang tidak kaku—dongeng, kuis, mewarnai, dan film.
Anak-anak, sebagian masih balita, sebagian lainnya sudah duduk di bangku sekolah dasar, larut dalam cerita.
Mereka menatap dengan mata penuh cahaya ketika sang relawan menirukan suara singa yang gagah atau burung yang berani melawan badai.
Di sela tawa, terselip pesan-pesan kecil tentang keberanian, persahabatan, dan cinta pada tanah air, nilai-nilai yang perlahan menanam akar dalam ingatan mereka.
Baca Juga: Profil Universitas Borobudur, Kampus Ahmad Sahroni Raih Gelar Doktor Hukum
“Setiap kali mendongeng, saya seperti ikut belajar kembali,” kata Veronica, relawan dari Agung Sedayu Group, usai acara.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya menyentuh anak-anak, tapi juga hati kami sendiri. Kami belajar bahwa berbagi bisa sesederhana duduk bersama dan mendengarkan,” lanjutnya
Muara sore itu seperti berpesta dalam kesederhanaan.
Di balik cerita-cerita yang dibacakan, tersimpan sebuah misi: menumbuhkan kembali kepercayaan bahwa pendidikan tidak selalu lahir dari ruang kelas, tapi dari ruang hati, tempat dongeng menjadi pelita kecil bagi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







