Apa Itu Lava Fountain? Ini Arti dan Bahayanya Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi

AKURAT.CO Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4–5 September 2026 diketahui mengeluarkan lava fountain dan menimbulkan sejumlah aktivitas vulkanik yang perlu diperhatikan.
Dampaknya dapat dibedakan menjadi kondisi yang sudah terlihat selama erupsi dan potensi bahaya yang masih perlu diwaspadai.
Dalam aktivitas erupsi terbaru, Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengeluarkan abu vulkanik, lava pijar atau lava fountain, serta suara letusan dan dentuman.
Untuk menjaga keselamatan, masyarakat maupun wisatawan diimbau tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Baca Juga: Sejarah Baru, AirBadminton Bakal Debut di World Games 2029 Jerman
Lantas, apakah lava fountain berbahaya dan apa saja dampak erupsi Gunung Anak Krakatau?
Apa Itu Lava Fountain?
Lava fountain atau air mancur lava adalah fenomena saat lava pijar menyembur ke udara dari kawah gunung api akibat tekanan gas dan magma di dalam gunung.
Lava fountain dapat muncul ketika magma yang naik ke permukaan mengandung gas dalam jumlah cukup besar.
Tekanan gas tersebut mendorong magma keluar melalui kawah sehingga terlihat seperti semburan air mancur berwarna merah-oranye.
Apakah Lava Fountain Berbahaya?
Lava fountain berbahaya jika berada dekat kawah. Material lava yang terlontar memiliki suhu sangat tinggi dan dapat menyebabkan luka bakar atau kebakaran.
Baca Juga: Asian Games: Timnas Basket Putra Jadi Kloter Pertama Kontingen Indonesia Terbang ke Jepang
Selain itu, erupsi juga bisa disertai abu vulkanik, lontaran batu pijar, dan gas vulkanik.
Namun, melihat adanya lava fountain tidak otomatis berarti akan terjadi letusan besar atau tsunami.
Tingkat bahayanya harus dilihat bersama parameter lain, seperti tinggi kolom erupsi, aktivitas kegempaan, perubahan kawah, arah angin, serta kondisi gunung secara keseluruhan.
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
1. Hujan Abu Vulkanik
Salah satu dampak yang dapat muncul dari erupsi gunung api adalah penyebaran abu vulkanik.
Jika sampai ke permukiman, abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan, mengurangi jarak pandang, serta membuat kendaraan, rumah, dan lingkungan kotor.
2. Lava Pijar dan Material Vulkanik
Erupsi Anak Krakatau juga dapat ditandai dengan munculnya lava fountain atau semburan lava pijar.
Fenomena ini terjadi ketika material magma panas terdorong keluar dari kawah dan terlihat seperti air mancur berwarna merah atau oranye, terutama pada malam hari.
3. Suara Letusan dan Dentuman
Aktivitas erupsi juga dapat menghasilkan suara letusan, gemuruh, maupun dentuman yang terdengar hingga wilayah tertentu di sekitar gunung.
4. Gangguan Aktivitas Masyarakat dan Pelayaran
Erupsi juga berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pembatasan aktivitas di kawasan tertentu dapat diberlakukan untuk menjaga masyarakat dari lontaran material vulkanik dan bahaya lainnya.
5. Potensi Tsunami
Potensi tsunami menjadi salah satu hal yang paling banyak mendapat perhatian ketika Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas.
Potensi tsunami bergantung pada kondisi dan mekanisme aktivitas gunung api, termasuk kemungkinan terjadinya longsoran material vulkanik ke laut.
FAQ
1. Apa itu lava fountain?
Lava fountain adalah fenomena ketika lava pijar menyembur ke udara dari kawah gunung api akibat tekanan gas dan magma di dalam gunung.
2. Mengapa lava fountain bisa terjadi?
Lava fountain terjadi ketika magma yang naik ke permukaan membawa gas dalam jumlah tertentu. Tekanan gas tersebut kemudian mendorong magma keluar melalui kawah.
3. Apakah lava fountain berbahaya?
Ya. Lava fountain sangat berbahaya jika berada di dekat kawah karena material yang terlontar memiliki suhu sangat tinggi dan dapat disertai batu pijar, abu vulkanik, serta gas vulkanik.
4. Apakah lava fountain berarti akan terjadi tsunami?
Tidak selalu. Munculnya lava fountain tidak otomatis berarti tsunami akan terjadi. Potensi tsunami bergantung pada kondisi dan mekanisme aktivitas Gunung Anak Krakatau.
5. Apa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau?
Dampaknya dapat berupa abu vulkanik, lava pijar, lontaran material vulkanik, suara letusan atau dentuman, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan pelayaran.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari penyebaran abu vulkanik, lava pijar, lontaran material, hingga suara letusan.
Aktivitas tersebut juga berpotensi mengganggu kegiatan masyarakat dan transportasi di wilayah tertentu.
Erupsi tidak selalu menyebabkan tsunami, tetapi kondisi gunung tetap harus dipantau karena aktivitas vulkanik dapat berubah.
Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi terbaru hanya dari sumber resmi dan mengikuti seluruh imbauan keselamatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


