Penyebab Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Apakah Berbahaya?

AKURAT.CO Fenomena Blue Fire muncul di Gunung Papandayan menjadi perhatian setelah nyala api berwarna biru hingga biru keunguan terlihat di kawasan kawah.
Kemunculan api biru ini menarik perhatian karena fenomena serupa biasanya identik dengan kawasan vulkanik yang memiliki kandungan belerang tinggi.
Lantas, apa sebenarnya penyebab Blue Fire di Gunung Papandayan dan apakah fenomena tersebut berbahaya bagi wisatawan?
Blue Fire bukanlah lava yang berubah menjadi warna biru. Fenomena tersebut berkaitan dengan pembakaran gas dan belerang yang keluar dari kawasan kawah.
Api biru biasanya terlihat lebih jelas ketika malam hari karena kondisi gelap membuat cahayanya lebih mudah diamati.
Baca Juga: Apa Saja Wisata Sejarah di Makassar yang Menarik untuk Dikunjungi
Apa Itu Blue Fire yang Muncul di Gunung Papandayan?
Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan merupakan kemunculan nyala api berwarna biru hingga biru keunguan di sekitar kawasan kawah.
Warna biru tersebut berasal dari pembakaran gas dan belerang yang keluar dari dalam kawah, bukan karena gunung mengeluarkan lava berwarna biru.
Fenomena ini biasanya lebih mudah terlihat pada malam hari karena cahaya api biru menjadi lebih jelas ketika kondisi di sekitar kawah gelap.
Fenomena serupa juga pernah terlihat di kawasan Kawah Baru Gunung Papandayan pada tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Cara Cepat Beradaptasi Kuliah dan Bekerja di Luar Negeri
Penyebab Blue Fire Muncul di Papandayan
Pada 23 September 2026, PVMBG mengamati adanya nyala berwarna biru keunguan di beberapa titik Gunung Papandayan.
Sehari setelahnya, pada 24 September, nyala tersebut terlihat lebih sedikit dan cenderung berwarna biru keputihan.
Badan Geologi juga mencatat adanya perubahan di sekitar kawah. Sejak 2025, bukaan Kawah Manuk disebut cenderung menyempit dan asap yang terlihat di permukaan juga berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




