PIK2 Sabet Project of the Year Indonesia 2026, Pengembangan Kota Mandiri Jadi Sorotan

AKURAT.CO Pengembangan kawasan PIK2 mendapat pengakuan dari industri properti nasional.
Proyek besutan Agung Sedayu Group tersebut meraih penghargaan Project of the Year Indonesia 2026 dalam Indonesia Real Estate Awards by Lamudi 2026.
Penghargaan diterima CEO Agung Sedayu Group, Steven Kusumo, dalam malam penghargaan yang digelar di The Langham Jakarta pada 25 September 2026.
Project of the Year menjadi salah satu kategori utama dalam ajang yang diselenggarakan Dot Property Group bersama Lamudi tersebut.
Indonesia Real Estate Awards merupakan bagian dari Southeast Asia Real Estate Awards yang memberikan apresiasi kepada pengembang dan proyek properti berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas, desain, keberlanjutan, inovasi, hingga visi pengembangan pasar.
Bagi Agung Sedayu Group, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap arah pengembangan PIK2 yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan hunian.
Kawasan ini sejak awal dirancang untuk menggabungkan fungsi residensial, komersial, bisnis, pendidikan, rekreasi, ruang publik, hingga Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions atau MICE dalam satu ekosistem.
Steven mengatakan konsep tersebut berangkat dari ambisi membangun sebuah kota mandiri dengan standar internasional.
“Untuk PIK2, sejak kami merancang PIK2 sebagai sebuah project, kami sudah ada ambisi maupun sebuah bayangan bahwa kami harus membuat sebuah kota mandiri yang world class. Mau itu dari sisi convention yang world class, residential yang world class, juga secara infrastruktur yang world class,” ujar Steven, Sabtu (3/9/2026).
Baca Juga: Lewat BAZNAS RI, AEON Indonesia Beri Donasi Rp233,1 Juta untuk Korban Gempa NTT
Salah satu elemen yang dikembangkan untuk memperkuat konsep tersebut adalah Nusantara International Convention Exhibition atau NICE.
Fasilitas MICE di PIK2 itu berdiri di kawasan seluas sekitar 40 hektare dan memiliki lebih dari 130 ribu meter persegi ruang acara.
Kehadirannya memperluas fungsi kawasan dari sekadar pusat hunian dan komersial menjadi tempat penyelenggaraan pameran, konferensi, konser, serta kegiatan bisnis berskala besar.
NICE telah digunakan untuk beragam kegiatan nasional dan internasional sejak mulai beroperasi pada 2025. Fasilitas tersebut sekaligus menjadi salah satu generator aktivitas baru di kawasan PIK2.
“Dan tentunya kami juga menghadirkan fasilitas-fasilitas yang internasional seperti international convention dan exhibition terbesar di Indonesia,” kata Steven.
Pengembangan fasilitas berskala besar tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem yang memungkinkan aktivitas hunian, bisnis, wisata, dan hiburan berjalan dalam satu kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









