Jumlah UMKM Terpadat di Dunia Tapi Ekspor Indonesia Masih Minim, Kenapa?

AKURAT.CO, Founder Ekspor.id Choirul Amin menyampaikan Indonesia menjadi negara yang jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terpadat di dunia. Dari 332 juta jumlah UMKM dunia, sebanyak 196 juta berada di negara emerging market.
Kemudian untuk 102 juta diantaranya berada di East Asia Pacific.
Ia menjelaskan walaupun terpadat, namun nilai ekspor Indonesia masih relatif rendah. Kontribusi ekspor Indonesia pada awal tahun 2022 sebanyak 15 hingga 16 persen.
“ Dan memang masih perlu untuk didorong terus dan memang banyak sekali platform-platform lembaga seperti LPEI, Kementerian terkait yang juga berjalan beriringan untuk mewujudkan hal tersebut, sehingga para UMKM bisa e-nableng ekspor,” ucap Founder Ekspor.id Choirul Amin dalam webinar Akurat.co UMKM Goes To Global Market didukung oleh Bank BNI, PT Jamkrindo dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)", Rabu (20/7/2022).
Pihaknya mengklaim terus berusaha untuk memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat guna terus memberikan peluang pasar bagi para pelaku UMKM.
“ Kami lakukan bersama beberapa kementerian termasuk Kementerian Perindustrian, kemudian Kementerian Perdagangan yang kita langsung sampaikan kepada teman-teman (pelaku UMKM) untuk maching produk dengan calon pembeli,” jelasnya.
“Kami juga sudah mengirim 25 UMKM yang menurut kami terbaik untuk masuk dengan bisnis making di KBRI Amerika dan India,” imbuhnya.
Ia pun berharap dengan adanya usaha yang dilakukan bersama bisa meningkatkan kinerja ekspor para UMKM, khususnya nilai ekspor kita yang semakin tinggi dan neraca perdagangan yang terus diangkat positif.
“ Di mana peran UMKM sangat signifikan sekali dari perekonokian global ataupun nasional,” tuturnya.
Sekadar informasi, sebelumnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) menyampaikan bahwa tantangan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yakni bagaimana meningkatkan ekspor dan terhubung ekosistem digital.
Staf Khusus Menteri Koperasi UKM Fiki Satari mengatakan bahwa saat ini kontribusi ekspor sektor UMKM masih rendah yakni baru sebesar 14 persen.
“ Sektor UMKM memang memiliki tantangan yaitu bagaimana meningkatkan ekspor. Bagaimana pelaku UMKM ini masuk global value chain yaitu yang saat ini masih rendah untuk kontribusi ekspornya 14 persen dan ini terus menurun,” katanya dalam Webinar Series IIFEST, Jumat (27/11/2020).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



